Politik & Pemerintahan

Ketua Komisi II Positif Corona, DPRD Swab Masal


PROBOLINGGO – Sedikitnya 9 anggota Komisi II DPRD Kota Probolinggo berikut 2 stafnya, Senin (25/1) diswab PCR. Swab masal ini dilakukan setelah Ketua Komisi II Sibro Malisi positif terpapar virus corona.

Swab masal dilangsungkan di ruang Komisi II. Menurut Wakil Ketua Komisi II Heru Estiadi, seluruh anggota komisinya berikut 2 staf diswab. Hanya, belum diketahui hasilnya.   Politisi Partai Demokrat ini berharap rekan-rekannya sekomisi dan para staf pendamping tidak ada lagi yang terpapar Covid-19.

Selain dewan dan staf, swab kemarin juga diikuti Kepala DKUPP Fitriawati dan staf, anggota Paguyuban Kafe, Kedai, Warung dan Resto (Paketo) dan Asosiasi PKL Kota Probolinggo, serta sejumlah wartawan. Sebab, mereka sempat mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) yang dihadiri Ketua Komisi II Sibro Malisi, Jumat (22/1) pekan lalu. 

Dalam RDP tentang SE Walikota tersebut, Sibro Malisi hadir, meski terlambat dan tidak menjadi pemimpin rapat. “RDP soal jam buka tempat usaha. Pak ketua komisi hadir saat itu dan belum positif. Jadi semua yang hadir diswab,” kata Heru.

Dijelaskan, pihaknya mengharusksn seluruh angota komisi dan staf pendamping melakukan swab, untuk mengetahui apakah tertular virus corona atau tidak. “Sebagai representasi warga, DPRD harus mau diswab. Biar dicontoh masyarakat. Untuk mengetahui apakah kita tertular atau tidak, ya swab,” tandasnya.

Sementara Plt Kepala Dinkes, Pengendalian Penduduk dan KB (DKP2KB) dr Nurul Hasanah Hidayati membenarkan bahwa Sibro Malisi terkonfirmasi positif Covid-19. “Hasil tes swabnya positif Covid-19.  Kami langsung melakukan tracing terhadap mereka yang kontak erat dan bertatap muka. Seperti, keluarga dan rekan kerja di DPRD,” terangnya kemarin.

Sedangkan Sibro Malisi saat dikonfirmasi kemarin membenarkan kalau dirinya positif Covid-19. Sejak dinyatakan positif, dirinya menjalani isolasi mandiri di rumahnya di Jl Citarum, Curahgrinting. “Saya sekarang isolasi mandiri. Di rumah Curahgrinting,” katanya saat dikonfirmasi via telepon.

Dijelaskan, dirinya melakukan tes swab PCR pada 18 Januari lalu dan dinyatakan positif  23 Januari. Sebelum hasil swab turun, pada Jumat lalu Sibro sempat menghadiri RDP Komisi II dengan Paketo dan Asosiasi PKL tentang Surat Edaran Walikota. 

Sibro berterus terang, saat ini tidak merasakan sakit apa-apa. Namun, sebelum dinyatakan positif, ia merasa kehilangan indra penciuman, terserang flu dan batuk. Ia pun berobat ke Puskesmas Kanigaran, sekaligus minta test swab antigen. “Hasilnya non-reaktif, saya lega,” ujarnya.

Tetapi karena sakitnya tidak kunjung sembuh, Sibro kemudian melakukan test swab PCR. Hasilnya keluar pada 23 Januari, dan ia dinyatakan positif. Soal istri dan anaknya, Sibro mengaku menjalani tes yang sama. Namun hasil tes keduanya negatif. “Saya saja yang positif. Anak saya negatif,” tuturnya. (gus/iwy)


Bagikan Artikel