Politik & Pemerintahan

Pemkab Probolinggo Rencanakan Rehab 565 RTLH


KRAKSAAN – Pemkab Probolinggo merencanakan rehab 565 RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) tahun ini. Jumlah itu terbilang lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya. Salah satu alasannya karena anggaran saat ini masih diarahkan untuk pencegahan Covid-19.

Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (Perkim) Kabupaten Probolinggo Prijono mengatakan, pemukiman layak huni didefinisikan pemukiman layak huni, dan pembangunan satu rumah. Disamping bangunan sudah layak, harus didukung isinya, yaitu  sanitiasi layak, dan air bersih layak. Untuk merealisasikan itu, Disperkim pun adakan rehab RTLH (rumah tidak layak huni).

“Untuk mencukupi rehab RTLH, diberikan stimulan Rp 15 sampai Rp 17,5 juta. Apabila pemilik rumah ada anggaran, bisa ditambahkan pembangunannya. Pengerjaannya bisa dilakukan sendiri,” katanya.

Prijono mengungkapkan, tahun ini direncanakan hanya mampu merehab sekitar 565 RTLH. Mengingat, kemampuan APBD Kabupaten Probolinggo terbatas dan masih terdampak pandemi Covid-19. Sehingga, rencana tiap tahun bisa rehab 1.000 RTLH tiap tahun, belum bisa terealisasi tahun ini.

“Kami tetap berupaya tiap tahun ada RTLH yang direhab untuk menjadi rumah layak huni. Meski tahun ini anggaran daerah lebih fokus pada penanganan Covid-19, Pemda Kabupaten Probolinggo tetap alokasikan rehab 565 RTLH,” ungkapnya.

Ditanya soal perkiraan persentase rumah RTLH yang membutuhkan direhab, Prijono menjelaskan, masih banyak rumah tidak layak huni yang perlu direhab. Presentase RTLH menurut pemerintah daerah dan standart statistik itu sangat berbeda. Mengapa berbeda? Karena standart statistik itu besar sekali.

Menurut statistik rumah layak huni itu luasannya bisa sampai 36 meter persegi. Sedangkan kabupaten untuk membangun rumah luas 36 meter persegi itu tidak mampu. Sehingga, hanya mampu untuk merehab bagian ruang tamu.

“Versi kabupaten Probolinggo, sudah 87 persen rumah di Kabupaten Probolinggo sudah layak. Dalam artian, rumah itu tidak berada di atas tanah. Sisanya sekitar 13 persen, yang perlu membutuhkan rehab dan akan kami alokasikan tiap tahunnya,” terangnya. (rul/iwy)


Bagikan Artikel