Politik & Pemerintahan

Mulai Pekan Depan, 728 Ribu Warga Probolinggo Divaksin Bertahap


PROBOLINGGO – Pemkab Probolinggo mulai menyiapkan fasilitas kesehatan (faskes) untuk mengakomodasi proses vaksinasi Covid-19 serentak mulai 14 Januari mendatang. Diperkirakan vaksinasi tersebut akan menyasar sebanyak 728 ribu warga berusia antara 18 dan 59 tahun yang ada di kabupaten Probolinggo.

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) pada Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo Mujoko mengungkapkan, sebanyak 728 ribu warga itu akan mendapatkan vaksin Sinovac secara bertahap.

Untuk tahap pertama, vaksinasi menyasar 4 ribuan warga yang masuk skala prioritas, yakni;  para tenaga medis dan paramedis, TNI dan Polri, pelayan publik, kemudian masyarakat umum.

“Yang dapat vaksin akan mendapat pesan berupa SMS langsung ke nomor ponsel masing-masing. Mereka akan diminta datang ke fasilitas kesehatan yang ditunjuk sesuai jadwal yang disampaikan. Untuk itu, kami sudah siap menyiapkan segala sesuatunya, termasuk tempat penyimpanan vaksinnya,” ungkapnya, Minggu (3/1).

Dijelaskannya, untuk prioritas masyarakat umum, diutamakan yang sudah berusia lanjut atau lansia yang masuk dalam kategori rentan terserang Covid-19. Pihaknya telah beberapa kali melakukan video conference bersama pejabat dari Kementerian Kesehatan RI dan dinas kesehatan provinsi Jawa Timur. Telah ditentukan bahwa proses vaksinasi akan dilakukan mulai 14 Januari mendatang.

“Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 sendiri akan dilakukan dalam 3 tahap. Tahap pertama direncanakan akan dilakukan pada 14 Januari 2021, dilaksanakan serentak dengan pencanangan di Jakarta yaitu pemberian vaksinasi pertama kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo,” jelasnya.

Sementara itu, Juru Bicara Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo dr. Dewi Vironica menyampaikan, bahwa Kepala Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo dalam rapat terbatas menginstruksikan kepada Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, agar tenaga kesehatan dari semua golongan harus terdata dengan benar.

“Karena sampai saat ini masih ada beberapa orang tenaga kesehatan di Kabupaten Probolinggo yang belum terdata, sehingga masih perlu dilakukan inventarisasi kembali hingga batas akhir input data tersebut ke Kemenkes RI sebelum 4 Januari 2021,” ujarnya.

Disebutkannya pula, berdasarkan data Satgas Penanggulangan Covid 19 Kabupaten Probolinggo hingga 3 Januari 2020, ada sebanyak 2.251 warga telah terinfeksi Covid-19. Rinciannya 214 pasien dalam perawatan, 1.920 dinyatakan sembuh, dan 117 orang meninggal dunia.

“Semoga dengan proses vaksinasi ini dapat memberikan kekebalan terhadap warga dari virus Covid-19. Namun demikian, penerapan protokol kesehatan sehari-hari tetap harus diprioritaskan demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19 tersebut,” imbaunya. (tm/awi)


Bagikan Artikel