Politik & Pemerintahan

Proyek Mapolsek Kanigaran Molor


PROBOLINGGO – Rata-rata proyek pembangunan fisik di Kota Probolinggo di akhir tahun ini selesai sesuai jadwal. Namun ada satu proyek yang molor, yakni pembangunan markas Polsek Kanigaran.

Proyek yang berlokasi di Jalan Citarum, Kelurahan Curahgrinting, Kecamatan Kanigaran tersebut sesuai kontraknya seharusnya rampung 23 Desember. Namun, pada Selasa (29/12) siang proyek yang menempati lahan sekitar 700 meter persegi tersebut terlihat masih dikerjakan. Alasannya, pemkot memberi perpanjangan waktu 50 hari, sesuai Perwali 62 tahun 2020.

Kepala Dinas PUPR Agus Hartadi saat dikonfirmasi Selasa (29/12) sore melalui sambungan telepon, membenarkan hal itu. Menurutnya, dalam perwali tersebut, walikota memberi perpanjangan waktu terhadap proyek yang molor pengerjaannya.

 “Sesuai perwali 62, mereka diberi perpanjangan waktu 50 hari. Ya, tetap kena denda. Soal berapa dendanya, itu kan teknis. Saya belum tahu pasti besaran angkanya,” katanya.

Hal senada diungkap Ketua Komisi III DPRD Kota Probolinggo Agus Riyanto. Menurutnya, pemkot telah memberi perpanjangan 50 hari, sesuai perwali. Pihaknya telah memprediksi sebelumnya bahwa proyek dengan anggaran sekitar Rp 2,1 miliar tersebut tidak akan selesai tepat waktu. “Ya kan. Benar perkiraan saya,” katanya.

Agus mengaku belum mengetahui pasti mengapa pengerjaan proyek yang dimaksud molor. Sebab, pihaknya belum melakukan sidak terhadap proyek tersebut. Rencananya, Selasa  pekan depan Komisi III akan melakukan sidak.

Sementara, berdasar pantauan Koran Pantura, pembangunan markas Polsek Kanigaran itu tampak sedang dikebut. Sejumlah pekerja terlihat sibuk mengerjakan finishing gedung utama. Sebagian besar paving dan saluran alir di depan gedung utama sudah terpasang. (gus/iwy)


Bagikan Artikel