Politik & Pemerintahan

Vakum 7 Tahun, Ansor Kota Probolinggo Hidup Lagi


PROBOLINGGO – Kepengurusan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (PC GP) Ansor Kota Probolinggo vakum selama 7 tahun terakhir. Namun sejak Minggu (27/12), kepengurusan baru Ansor Kota Probolinggo akhirnya terbentuk. Hal itu ditandai dengan terpilihnya Abdul Mujib sebagai ketua baru PC GP Ansor setempat.

Abdul Mujib terpilih setelah memenangkan pemilihan ketua atas rivalnya, Salamul Huda pada Konferensi Cabang (Konfercab) VII di Puri Menggala Bhakti di lingkungan kantor sekretariat Kantor Wali Kota Probolinggo. Mujib yang merupakan Ketua DPRD Kota Probolinggo mengantongi 10 suara. Sementara Salamul Huda mengantongi 3 suara.

Mujib menyatakan akan membangkitkan kembali gairah Ansor yang vakum selama 7 tahun. Ia mengaku akan melibatkan seluruh komponen yang ada di dalam GP Ansor. “Kami akan mengembalikan kejayaan Ansor. Tentunya akan lebih giat dari kepengurusan sebelumnya,” katanya.

Selain itu pihaknya akan melakukan kaderisasi secara masif. Karena menurutnya, kaderisasi merupakan ruh dari sebuah organisasi Ansor yang harus dioptimalkan. Mujib mengaku terpanggil untuk mencalonkan diri sebagai Ketua Cabang GP Ansor karena ia merupakan kader Nahdlatul Ulama.

“Kami merasa terpanggil karena Ansor di sini vakum 7 tahun. Ini panggilan jiwa untuk membangkitkan dan memajukan Ansor,” tegasnya.

Mujib juga menyatakan akan berusaha mengatur waktu sebaik mungkin. Selain bertugas sebagai ketua dewan, ia akan tetap berusaha mengurus GP Ansor secara optimal. “Soal waktu, akan saya atur nanti. Soalnya kami memiliki tanggungjawab untuk memajukan Ansor. Kami (Ansor) juga dapat mandat dari para kiai,” terangnya.

Kecewa, tapi Menerima

ABDUL Mujib menang, Salamul Huda kalah. Itulah hasil dari Konfercab VII PC GP Ansor Kota Probolinggo, Minggu (27/12). Salamul Huda mengaku kecewa. Meski demikian, ia tetap menerima hasil pemilihan di konferensi itu.

Kekecewaan itu muncul karena hasil pemilihan jauh di luar prediksinya. Ia mengaku telah memiliki dukungan berupa 21 suara dari Pengurus Anak Cabang (PAC) dan pengurus ranting. Namun dukungan itu percuma. Sebab semua PAC dan ranting itu tidak memiliki hak suara karena terkendala akreditasi. “Saya menerima dan menghormati,” ujarnya ke sejumlah wartawan.

Perlu diketahui, konferensi diikuti 5 PAC di tingkat kecamatan dan 29 ranting di tingkat kelurahan. Bersara akreditasi yang dilakukan Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Timur, hanya ada 3 PAC dan 9 ranting yang memiliki hak suara. Mereka dinyatakan berakreditasi A maupun B. Sementara 2 PAC dan 20 ranting tidak bisa memilih karena hasil akreditasinya C dan D.

Salam, sapaan karibnya, mengaku kecewa karena 21 suara yang akan memilih dirinya dinyatakan tidak memiliki hak suara. Bahkan akibat hal itu, seluruh pemilik suara itu dikeluarkan dari ruang konfercab. Ia mengaku kaget setelah mendengar orang-orangnya tidak memiliki hak suara dan dikeluarkan dari ruang rapat.

“Padahal sebelumnya saya mendengar kalau setiap PAC dan Ranting tetap memiliki 1 hak suara. Tapi saat pelaksanaan, kok beda? Orang-orang saya enggak dapat hak suara,” ungkap pengusaha bakso ini.

Meski kecewa, namun Salam tetap menerima dan menghormati hasil pemilihan. Ia berharap ketua terpilih bisa mengaktifkan Ansor yang vakum selama 7 tahun. Ia berharap GP Ansor semakin jaya dan berakhlakul karimah seperti visi-misinya. “Ansor ini menjadi suri tauladan masyarakat. Ansor semakin jaya dan berakhlak mulia,” tegasnya. (gus/eem)


Bagikan Artikel