Politik & Pemerintahan

Internal KPU Kota Probolinggo Gelar Tes Swab


PROBOLINGGO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Probolinggo gelar test swab untuk semua komisioner dan staf, Rabu (16/12) pagi. Total ada 33 orang yang diswab. Mereka terdiri atas 5 komisioner dan selebihnya adalah staf kesekretariatan.

Swab berlangsung di kantor KPU Kota Probolinggo di Jalan Raya Panglima Sudirman. Test swab ini bukan gratis, tapi berbayar. Anggaran dikeluarkan KPU senilai Rp 72.900.000 dengan perincian biaya tes swab Rp 800.000 per orang. Swab dilakukan dua petugas laboratorium RSUD dr Moh. Saleh Kota Probolinggo.

Komisioner KPU Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM Radfan Faisal mengatakan, swab dilakukan sebagai upaya mengantisipasi penyebaran Covid-19 di internal KPU. Kedua, swab ini merupakan instruksi KPU RI yang dituangkan dalam SE 481 dan SE 564 sebagai upaya mitigasi.

Menurutnya, swab diwajibkan kepada KPU provinsi maupun KPU kabupaten dan kota, baik yang menggelar pemilihan ataupun tidak. “Seluruhnya diswab, termasuk wilayah yang menggelar pemilu ataupun yang tidak. Untuk KPU kota, jumlahnya yang diswab 33 orang. Hasilnya tidak sekarang,” ujar Radfan.

Radfan mengatakan, dalam SE KPU disebutkan, swab maksimal dilaksanakan sampai 3 kali. “Jadi, seluruh komisioner dan pegawai diswab,” katanya.

Menurutnya, jika nantinya diketahui ada yang positif, maka akan dilakukan isolasi mandiri. Namun kemarin seluruh komisioner dan pegawai kesekretariatan yang diswab, kondisi sehat secara fisik dan berjalan lancar. Pasca swab juga dilakukan penyemprotan disinfektan oleh petugas.

Hasil swab sebagai rujukan untuk melaksanakan proses selanjutnya yang juga akan dilaporkan pada KPU Jatim dan KPU RI. Radfan yang juga ketua Satgas Covid-19 KPU kota menjelaskan, sumber anggaran swab ini dari DIPA KPU RI. “Kami menerima tambahan untuk kegiatan penanggulangan Covid-19 sekitar Rp 110 juta,” jelasnya.

Anggaran tersebut untuk swab Rp 72,9 juta dan sisanya Rp 37,9 juta untuk pengadaan APD. Meliputi masker, hand sanitizer, face shield, sarung tangan, sabun, tempat cuci tangan, disinfektan, dan lainnya. “Kami menerima instruksi sekitar November, namun baru dieksekusi setelah ada juknisnya,” terangnya. (gus/iwy)


Bagikan Artikel