Politik & Pemerintahan

Revitalisasi Alun-Alun Kota Hampir Selesai, Treat Rumputnya ala Lapangan Golf


PROBOLINGGO – Pengerjaan revitalisasi alun-alun Kota Probolinggo hampir mencapai 100 persen. Rencananya, CV Binar Aulia Sari sebagai kontraktor akan menyerahkan proyek tersebut ke Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Rabu (16/12).

Rencana tersebut diungkap Kurnia selaku pelaksana CV Binar Aulia Sari, Senin (14/12) siang di lokasi proyek. Meski kontraknya hingga 20 Desember mendatang, namun pihaknya akan menyerahkan proyek yang digarapnya ke PUPR Rabu besok. Sebab, proyek sudah P 1 alias selesai dan siap untuk diserahkan ke pemilik proyek.

Meski sudah diserahkan, pihaknya masih berkewajiban melakukan pemeliharaan, termasuk rumput Jepang selama 1 tahun.

Saat ditanya kendala, selain curah hujan dan mendung, tantangan terberat adalah gulma. Tumbuhan yang tidak dikehendaki atau tumbuhan liar yang tumbuh diantara rumput jepang. Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya sengaja mendatangkan atau membeli produk pembasmi gulma dari luar negeri.

Obat pembasmi gulma tersebut bermerk Monumen yang mampu membunuh atau mematikan gulma, tetapi rumput Jepangnya tetap hidup. “Ini treatment professional yang biasa dipakai di lapangan golf,” tandasnya.

Pihaknya pernah menggunakan obat pembunuh rumput yang biasa dipakai petani, namun rumput Jepangnya juga ikut mati. Sedangkan treatment dengan Monumen yang mati gulmanya saja sampai ke akar-akarnya. “Kalau pakai Monument, kendalanya hujan. Karena kalau kena hujan, obatnya hilang. Gulmanya suket teki berdaun besar dan kecil,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Retno Wandasari yang melakukan pengecekan kemarin mengatakan bahwa sebelum diserahkan ke DLH, proyek terlebih dahulu diserahkan ke PUPR. “Kan proyek PUPR. Dari PUPR kemungkinan diserahkan ke DLH. Kalau aturannya tidak berubah,” katanya.

Nantinya, pihaknya akan akan menempatkan pegawai DLH untuk menjaga dan memelihara alun-alun. Selain itu, pihaknya akan memperbaiki sarana dan prasarana alun-alun yang sempat tidak dipakai akibat pembangunan. “Aliran listrik dan lampu penerangan, nanti kami benahi. Kan sempat enggak dipakai,” ujarnya.

Untuk keperluan tersebut, DLH akan berkoordinasi dengan dengan Dinas Perhubungan (Dishub) yang mengurus Penerangan Jalan Umum (PJU). Sedangkan untuk anggaran pemeliharaan, akan dibahas tahun depan. “Sepertinya anggarannya lebih besar dari tahun sebelumnya. Karena alun alun lebih bagus,” ujarnya. (gus/iwy)


Bagikan Artikel