Politik & Pemerintahan

Antisipasi Klaster Baru, Operasi Yustisi Serentak Digelar Lagi


KRAKSAAN – Mulai Selasa (1/12), akan kembali digelar operasi yustisi oleh Tim Satuan Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 Kabupaten Probolinggo. Operasi yustisi ini akan digelar serentak di 24 kecamatan.

Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi munculnya klaster baru dalam pandemi Covid-19. Sebab, pada Desember terdapat libur Natal yang berdekatan dengan libur tahun baru.

Koordinator Keamanan dan Penegakan Hukum pada Satuan Tugas tersebut Ugas Irwanto mengatakan, hal ini dilakukan guna mengantisipasi adanya klaster baru penyebaran Covid-19. Sebab, kebiasaan masyarakat pada setiap ada liburan panjang, banyak yang menghabiskan waktunya untuk berjalan-jalan.

“Mulai besok (Selasa, red) serentak kami laksanakan. Dan akan kami terapkan sanksi sosial bagi siapa pun yang kedapatan tidak menggunakan masker,” katanya, Senin (30/11).

Ugas menyebutkan, pihaknya sudah menyiapkan 3 jenis sanksi sosial yang akan diberikan kepada pelanggar protokol kesehatan (prokes). Pertama, pihaknya akan menyanksi pelanggar dengan kegiatan bersih-bersih Rumah Sakit Umum (RSU) atau Puskesmas terdekat selama 2 jam saban harinya.

“Selama 3 hari, jaminannya adalah surat pernyataan atau KTP yang bersangkutan. Kalau sudah selesai sanksinya, baru KTP-nya akan dikembalikan oleh Satgas Kecamatan, karena nanti yang memantau sanksi adalah Satgas Kecamatan,” jelasnya.

Sanksi sosial kedua adalah adalah melakukan bersih-bersih makam selama 2 jam saban harinya, dan juga dilakukan selama 3 hari. Yang ketiga adalah sanksi bagi warga yang tidak benar dalam menggunakan maskernya. “Kalau bermasker tapi pemakaiannya tidak benar, maka bersih-bersih di lokasi selama 2 jam,” terangnya.

Selain sanksi sosial tersebut, pihaknya juga menyiapkan denda uang bagi para pelanggar prokes. Namun, sanksi tersebut hanya akan diberikan sewaktu-waktu karena masih menyesuaikan dengan jadwal persidangan di pengadilan. “Hanya sekali-kali saja, karena menyesuaikan dengan jadwal sidang pengadilan dan kejaksaan,” paparnya.

Ugas mengungkapkan, meski libur natal masih lama, pihaknya sengaja melakukan operasi serentak sejak dini. Sehingga, nantinya ketika liburan sudah tiba. Masyarakat sudah terbiasa menerapkan prokes dalam aktivitasnya.

Ia juga berharap, dengan adanya jenis-jenis sanksi tersebut, warga yang kedapatan melanggar bisa lebih memperhatikan pentingnya penerapan prokes ke depannya. Sehingga, mata rantai penyebaran Covid-19 dapat diputus. “Semoga dengan adanya sanksi-sanksi ini, ada efek jera. Terlebih dengan sanksi sosialnya, karena itu biasanya lebih berat,” harapnya. (ay/iwy)


Bagikan Artikel