Politik & Pemerintahan

Disporaparbud Gali dan Kembangkan Destinasi Wisata Baru


PROBOLINGGO – Pengembangan destinasi wisata baru terus dilakukan Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo. Seiring dengan itu, Disporaparbud juga mengimbanginya dengan melakukan program peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) para pelaku wisata. Saasran utamanya adalah Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

Disporaparbud Kabupaten Probolinggo mencatatkan prestasi luar biasa dengan berhasil memunculkan sejumlah destinasi wisata baru di sepanjang tahun ini. Misalnya wisata Air Terjun Jaran Goyang di Desa Guyangan, Kecamatan Krucil. Ada pula destinasi wisata Puncak 30 (P30) atau Pundak Lembu di Desa, Wonokerso, Kecamatan Sumber.

Kepala Disporaparbud Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto S.Sos MM mengungkapkan, objek wisata P30 diresmikan oleh Wakil Bupati Probolinggo Drs. HA. Timbul Prihanjoko pada 12 Agustus lalu. Peresmian itu menandai kembali dibukanya seluruh kawasan objek wisata di Kabupaten Probolinggo. Yakni setelah sempat ditutup sejak pertengahan Maret lalu akibat merebaknya pandemi Covid-19.

“Dengan telah dibukanya kembali seluruh kawasan objek wisata di Kabupaten Probolinggo, dampaknya cukup signifikan pada perolehan pundi-pundi PAD (Pendapatan Asli Daerah) yang masuk ke kas Pemkab Probolinggo. Terlebih dengan adanya sejumlah objek wisata baru yang mulai ditarik retribusi, membuat kami semakin optimis menatap pengembangan wisata ke depannya,” terang Sugeng.

Untuk menyambut tahun mendatang yang penuh optimisme terhadap pengembangan pariwisata di Kabupaten Probolinggo, maka perlu dilakukan sejumlah persiapan yang berjalan berbarengan dengan langkah pengembangan destinasi wisata baru itu. Salah satunya yakni dengan melakukan dukungan pembinaan terhadap Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) dan BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) yang bersinggungan langsung dengan pengembangan destinasi wisata.

“Setelah pengembangan fisiknya kami support, bukan berarti mereka bisa asal-asalan dalam pengembangan kawasan wisata. Tetap kami pantau dan awasi agar layanan pariwisata berbasis peran serta masyarakat yang dilaksanakan oleh Pokdarwis dan BUMDes itu tetap berstandarisasi dan dikelola secara profesional,” tegasnya.

Kepala Bidang Pariwisata pada Disporaparbud Dian Cahyo Prabowo menambahkan, pembinaan itu salah satunya dilakukan dengan memberikan pelatihan. Di antaranya, pelatihan membuat konten digital dan brosur wisata.

“Kami datangkan tutor langsung dari east java ecotourism forum (EJEF). Mereka kami latih cara mengelola dan memaksimalkan potensi wisata tanpa merusak alam. Kami juga ajarkan cara membuat paket wisata yang menarik bagi calon wisatawan. Harapannya, terjalin kerjasama antar desa untuk membuat paket wisata yang menarik minat wisatawan,” katanya.

Tahun ini juga dibentuk forum komunikasi desa wisata dan kelompok sadar wisata. Tujuannya sebagai wadah komunikasi dan silaturahim antar pengelola wisata.“Melalui forum itu, kami harapkan mereka bisa saling bertukar informasi terkait tata cara dan program pengelolaan wisata secara profesional,” katanya.

Selain itu, untuk pengembangan destinasi wisata, tahun ini Disporaparbud juga menggelar acara Saemaul Training pada Program Desa EMAS di Whiz Capsule Hotel Grand Bromo, Februari lalu. Kegiatan diikuti oleh 120 patriot desa perwakilan dari 20 desa pilot project Desa Emas. Kemudian untuk promosi wisata, pada September lalu Disporaparbud juga menggelar Lomba Layang-Layang Hias di rest area Desa Betek, Kecamatan Krucil.

Di bidang kebudayaan, tahun ini Disporaparbud ambil bagian dalam Festival Kesenian Pesisir Utara (FKPU) yang diadakan Dinas Kebudayaan dan Provinsi Jawa Timur ini. FKPU dikuti 14 peserta dari Kota/Kabupaten di Jawa Timur. Digelar secara virtual, Kabupaten Probolinggo menampilkan Tari Kiprah Gelipang di Pantai Bentar, dan gelaran pameran produk batik UMKM Ronggo Mukti di Kraksaan yang menjadi batik khas kabupaten Probolinggo pada (7/11) lalu.

Di bidang pemuda dan olahraga, tahun ini Disporaparbud menghadirkan 3 pengerek bendera (Paskibraka) dalam upacara peringatan HUT RI ke-75 di halaman Kantor Bupati Probolinggo. Ada pula gelaran acara rembuk bersama organisasi kepemudaan seperti GP Ansor Kabupaten Probolinggo.

Selain itu Disporaparbud juga konsisten memberikan dukungan peralatan olahraga dengan sistem pinjam pakai. Seperti dukungan alat olahraga yang dipinjampakaikan di Pondok Pesantren HATI Kraksaan dan Pondok Pesantren Kanjeng Sunan Kalijogo Pakuniran. (tm/adv)


Bagikan Artikel