Politik & Pemerintahan

Walikota Probolinggo Minta Polisi Tertibkan Kendaraan Berat


PROBOLINGGO – Walikota Probolinggo Hadi Zainal Abidin meminta Satlantas Polres Probolingo Kota menertibkan kendaraan berat atau besar yang lewat di jalur kota. Sebab, kendaraan bertonase berat menjadi biang kerusakan jalan kota.

Permintaan tersebut disampaikan Walikota Hadi Zainal Abidin saat meninjau perbaikan ruas Jalan Ahmad Yani dan Jalan Basuki Rahmad, Selasa (10/11) sekitar pukul 10.30. Walikota tidak ingin jalan yang sudah diperbaiki, kembali rusak karena dilewati kendaraan besar seperti sebelumnya.

Walikota Hadi berjanji akan berkoordinasi dengan polresta agar menindak atau menertibkan seluruh kendaraan bertonase berat yang melintas di jalur kota. Termasuk Jalan Basuki Rahmad dan Jalan Ahmad Yani.

 “Ya, dua jalan tersebut rusak, karena dilewati kendaraan besar dan berat. Jalan Serma Abdurrahman juga rusak. Kami akan berkoordinasi dengan polresta untuk ditertibkan. Kalau dibiarkan, jalan yang sudah kami perbaiki akan rusak lagi,” ujar Walikota.   

Ia menyadari, kendaraan bertonase berat lewat di tiga jalan itu karena JLU (Jalur Lingkar Utara) tidak bisa dilewati setelah dua gorong-gorongnya ambrol. Tetapi setelah gorong-gorong JLU diperbaiki, seluruh kendaraan besar bisa lewat JLU, maka kendaraan berat tidak boleh melintas jalur kota lagi.

“Kalau dulu saat JLU dalam perbaikan kendaraan berat lewat sini enggak masalah. Tetapi kalau sekarang, tidak boleh. Kan bisa lewat JLU atau jalur selatan,” tandasnya sebelum meninggalkan lokasi perbaikan jalan.

Sedangkan Kepala Dinas PUPR Agus Hartadi mengatakan, jalan rusak yang diperbaiki saat ini yakni Jalan Basuki Rahmad dan Jalan Ahmad Yani. Untuk Jalan Ahmad Yani merupakan perbaikan berkala yang dikerjakan CV Dharma Bhakti Jaya. Anggarannya Rp 1,34 miliar dengan panjang 1,4 km dan lebar 9 meter. “Harus selesai 3 Desember, sesuai kontrak,” ujarnya.

Sedangkan untuk Jalan Basuki Rahmad perbaikan sepanjang 1,5 km dan lebar 9 meter dikerjakan oleh CV yang sama, yakni Dharma Bhakti Jaya. Anggarannya Rp 1,55 miliar dan harus selesai juga pada 3 Desember.

Dikatakan Agus, pekerjaan perbaikan dua jalan tersebut dilaksanakan malam hari. “Untuk menghindari kemacetan. Kalau malam sepi. Sedangkan saat pagi, siang dan sore, padat kendaraan,” katanya. (gus/iwy)


Bagikan Artikel