Politik & Pemerintahan

Arumi Bachsin Kunjungi Museum Rasulullah Kota Probolinggo


PROBOLINGGO – Arumi Bachsin, istri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Sulistyanto Dardak, Selasa (3/11) siang berkunjung ke Museum Rasulullah Kota Probolinggo. Arumi singgah di museum setelah menghadiri acara perluasan gemar makan ikan di daerah stunting dan rawan pangan di kantor Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo.

Di museum yang berlokasi di Jalan Suroyo itu, Arumi menyempatkan diri melihat seluruh artefak peninggalan Rasulullah dan para sahabat yang dipajang. Arumi didampingi Aminah Hadi, istri Walikota Probolinggo Hadi Zainal Abidin, dan Tanti Subri, istri Wawali Soufis Subri.

Satu-persatu, benda-benda bersejarah peninggalan Nabi Muhammad SAW dan sahabat disaksikan Arumi, didampingi seorang pemandu wisata atau Mu’arif. Di antaranya, artefak kiswah luar kakbah yang usianya ratusan tahun.

Tak hanya itu, ada pula batu meteorid bahan dinding Kakbah dan batu sijil asal neraka. Mu’arif atau sang pemandu menjelaskan kalau batu sijil tersebut dibawa burung Ababil untuk menyerang pasukan gajah.

“Batu sijil ini ini panasnya enam ribu kali panas di bumi. Dalam sejarahnya, Allah menjatuhkan batu ini melalui burung Ababil ke pasukan Abrahah yang hendak menghancurkan kakbah,” katanya, kepada rombongan Arumi.

Rombongan kemudian melihat artefak peninggalan nabi Muhammad SAW di ruangan khusus. Koleksi yang dipajang diantaranya, rambut dan janggut, darah bekam, ekstrak keringat, terompah atau sandal dan cetak tapak kaki Rasulullah. “Saya kagum seluruhnya. Semua barang peninggalan Rasulullah dan Sahabat, luar biasa. Bener sih ciptaan manusia, tapi kan atas petunjuk Allah,” ujar Arumi.

Ia mengaku heran ketika mendengar baju perang pasukan zaman Othmani, berikut tameng dan pedangnya memiliki berat 90 kg. Jika peralatan perang tersebut dipakai pasukan sekarang, dimungkinkan tak mampu karena dirasa terlalu berat. “Hebat ya, pasukan dulu. Mereka bertempur dengan pakaian dan peralatan seberat itu. Kalau pasukan sekarang, saya rasa tidak mampu,” katanya sebelum meninggalkan museum.

Sebagai informasi, benda peninggalan dan artefak yang dipamerkan, koleksi dan milik Profesor Abdul Manan Gembong. Benda-benda yang dimaksud telah teruji kebenarannya dan bersertifikat Commission for Tourism and National Haritage Saudi Arabia. (gus/iwy)


Bagikan Artikel