Politik & Pemerintahan

Diskominfo Latih Digital Branding Para OPD


KRAKSAAN – Untuk mendorong Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Probolinggo lebih kreatif membangun dan mengaktivasi medsos, Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) mengadakan pelatihan digital branding di Kantor Bupati setempat, pada Kamis (22/10).

Pelatihan yang bertema ‘Optimalisasi Instagram dan Website untuk Branding OPD’ itu, diikuti sedikitnya 138 admin medsos/website pada masing-masing OPD. Nah, agar pelaksanaannya tidak menimbulkan kerumunan, maka waktu pelaksanaannya dibagi menjadi tiga sesi, Selasa-Kamis (20-22/10).

Kepala Diskominfo Kabupaten Probolinggo Yulius Christian menyampaikan, OPD sebagai perangkat daerah, harus mampu mengelola akun medsos dan websitenya dengan baik. Selain menjadi media branding OPD, sekaligus sebagai media pertanggungjawaban kinerja melalui penyajian informasi kepada publik.

Namun, kata Yulius, dibutuhkan teknik pengelolaan yang baik agar konten informasi itu, mampu menarik minat masyarakat untuk mengakses atau membaca. Untuk di medsos, lanjut Yulius, bisa diukur dengan jumlah like, viewer, follower dan tingkat jangkauan atau rate.

“Ibarat berjualan, tampilan dan penyajian produk informasi kita juga harus kekinian, relevan dan mampu menarik minat masyarakat netizen sebagai konsumen konten kita. Jadi tujuan utama pelatihan ini agar kita bisa menjual produk informasi sesuai karakter masing-masing OPD,” katanya.

Sementara Prasetyo Adi, Founder Kawakibi Digital Branding Sidoarjo, selaku narasumber dalam pelatihan tersebut menjelaskan, akun-akun medsos dan website yang dimiliki Pemkab Probolinggo masih perlu ditingkatkan lagi.

“Yang perlu ditekankan adalah bagaimana agar mampu melakukan publikasi dan penyampaian informasi publik. Dan tidak kalah penting agar lebih aktif lagi bicara atau sounding di medsos agar diketahui khalayak,” jelas Prasetyo.

Lebih lanjut Prasetyo menerangkan, agar medsos/Website OPD menjangkau lebih luas dan dilihat lebih banyak masyarakat. Admin sebelumnya harus menentukan pesan utama yang ingin disampaikan, target audiens dan memilih media konten yang tepat.

Trik selanjutnya jadwal postingan itu mengikuti prime time, yakni waktu pagi 05.00-07.00, siang jam 11.00-13.00 dan untuk malam mulai jam 19.00 – 21.00. “Bisa juga disesuaikan dengan data algoritma audiens, karena setiap akun memiliki target audiensnya masing-masing dan di dalamnya ada analisa terkait jam berapa followernya aktif,” tandasnya. (yek/adv)


Bagikan Artikel