Politik & Pemerintahan

Opsi Pilkades Serentak Tahun Depan


KRAKSAAN – Pemkab Probolinggo melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) mulai menghitung anggaran Pilkades Serentak tahun 2021 mendatang. Ada opsi, pilkades itu tak hanya di 62 desa, melainkan ditambah dengan 252 desa yang masa jabatan kepala desanya habis di tahun depan.

Dengan kondisi seperti itu, bisa jadi tahun depan, pelaksanaan pilkdes itu jumlahnya 314 desa. Pilkades dengan jumlah itu bisa dikatakan pilkdes terbesar di Jatim, karena di Kabupaten Probolinggo ada 325 desa dan 5 kelurahan. Praktis, hanya 11 desa yang tidak pilkades di 2021 karena sudah melaksanakannya pada 2019 lalu.

Hanya, untuk memastikan hal tersebut, Dinas PMD masih dalam proses penghtiungan anggaran. Jika nantinya anggaran untuk pilkdes mencukupi, tetap akan diusulkan ke bupati.

“Nanti menyesuaikan kebijakan ibu Bupati selaku pemegang kebijakan. Yang pasti saat ini teman-teman masih proses menghitung, sampai berapa anggarannya,” kata Sekretaris PMD Tatok Krismarhento pada Koran Pantura, Selasa (13/10).

Tetapi menurut Tatok, untuk sementara ini pilkades tahun 2021 mendatang sudah dipastikan diselenggarakan di 62 desa. “Yang pasti untuk tahun depan sudah deal untuk 62 desa itu, karena alokasi anggarannya sudah dihitung,” katanya.

Sejatinya, untuk 62 desa itu akan diselenggarakan tahun ini, karena adanya pandemi Covid-19, pilkades itu ditunda tahun depan. Hal itu sesuai dengan surat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) perihal penundaan pelaksanaan Pilkades. 

Sementara, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Edy Suryanto membenarkan hal tersebut. Salah satunya karena memang untuk mencegah penyebaran virus corona di Kabupaten Probolinggo. “Memang sudah ada surat penundaan pelaksanaan pilkades dari Menteri Dalam Negeri,” katanya.

Penundaan itu, lanjut Edy dikhususkan untuk daerah yang memang sudah menjalankan proses pelaksanaan pilkades, mulai pembentukan panitia hingga penetapan calon. “Nah, kalau yang begitu, dipastikan ditunda, sesuai dengan surat mendagri,” ujarnya. (rul/iwy)


Bagikan Artikel