Politik & Pemerintahan

Kepala Dispertahankan Tutup Usia, Terkonfirmasi Positif Covid-19   


PROBOLINGGO – Pemkot Probolinggo berduka. Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispertahankan) Kota Probolinggo Ir Sudiman meninggal dunia, Rabu (7/10) sekitar pukul 11.00. Mantan Kepala Dinas Satpol PP ini menghembuskan nafas terakhir dalam kondisi terkonfirmasi positif Covid-19.

Almarhum sebelumnya menjalani perawatan dan isolasi di RSUD dr Moh. Saleh sejak Minggu (4/10) lalu. Kemarin jenazah almarhun dilepas dari kamar mayat RSUD menuju kediamannya di Leces, Kabupaten Probolinggo, oleh Wakil Walikota HM Soufis Subri didampingi Sekda dr. Ninik Ira Wibawati.

Dalam sambutannya, Wawali Subri menyebutkan bahwa Sudiman meninggalkan satu istri dan 4 anak. Menurut Wawali, pemkot telah kehilangan putra terbaiknya. “Kami kehilangan putra terbaik. Kami berduka sedalam-dalamnya. Kami berharap keluarga yang ditinggalkan tabah dan mengikhlaskan kepergiannya,” ujarnya.

Ditambahkan Wawali, Sudiman telah mengabdikan dirinya dan bekerja sepenuh hati di berbagai bidang dan jabatan di Pemkot Probolinggo. Terakhir, Sudiman menjabat kepala Dispertahankan.

Atas kejadian ini, Wawali Subri minta masyarakat agar lebih waspada dan tetap menaati serta menjalankan protokol kesehatan. “Ini menjadi pelajaran bagi kita semua, agar kita terhindar dari Covid-19,” tambahnya usai melepas ambulans yang membawa jenazah Sudiman.

Sementara itu, juru bicara Satgas Penanggulangan Covid-19 dr Abraar HS Kuddah menyebut Sudiman masuk dan dirawat di RSUD mulai Minggu (4/10). Saat masuk di RSUD saturasinya 62. Padahal, saturasi orang normal 100. “Di kedua parunya sudah mengalami hibrosis. Hasil IGG-nya reaktif,” terangnya.

Setelah itu Sudiman dibawa keruang isolasi dan terapi oksigen dan diberi obat terbaru. Senin dilakukan terapi averesis atau mengambil plasmanya dan kondisi kesehatannya sempat membaik.

Selasa dilakukan terapi konvarases. Swabnya Senin pagi dan Senin sore hasilnya sudah keluar. Hasilnya positif.  “Hari Minggu itu kami sudah memastikan Covid karena dari gambaran parunya. Ternyata benar, pak Sudiman positif Covid-19,” katanya.

Dokter yang juga menjabat Plt Direktur RSUD dr Moh. Saleh ini menjelaskan, Rabu pagi kemarin pasien Sudiman sempat membaik dan diberi obat plasma convalesen. Tetapi setelah itu kondisinya drop lagi dan tepat pukul 11.30, Sudiman menghembuskan nafas terakhir. “Kami lakukan resitasi 15 menit. Tetapi pasien meninggal dunia,” jelasnya.

Apakah akan dilakukan tracing terhadap keluarga dan orang-orang yang kontak terakhir dengan almarhum, dr Abraar menyatakan langkah itu sudah dilakukan. Hasilnya, semuanya negatif. “ Untuk keluarga almarhum Pak Sudiman sudah dilakukan tracing oleh tim medis Kabupaten Probolinggo. Karena rumahnya ada di wilayah kabupatan,” katanya. (gus/iwy)


Bagikan Artikel