Politik & Pemerintahan

98 Desa Belum Cairkan BLT DD


PROBOLINGGO – Penyaluran dana desa (DD) untuk program bantuan langsung tunai (BLT DD) sangat dinanti masyarakat kabupaten Probolinggo. Namun dari sebanyak 325 desa penerima DD, baru 227 desa yang mencairkan dana desanya. Sedangkan 98 desa belum mencairkan DD tahap tiga dengan berbagai alasan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Probolinggo Edy Suryanto mengatakan, proses penyaluran BLT DD tahap ketiga saat ini tetap berjalan. Meski masih ada desa yang belum mencairkan DD-nya baik akibat persoalan administrasi ataupun hal lainnya.

“Untuk pencairan BLT DD tahap satu dan dua semuanya sudah tuntas, karena itu juga jadi salah satu syarat bagi pemerintah desa untuk mencairkan BLT DD tahap ketiganya,” ungkapnya, Rabu (7/10).

Disebutkannya bahwa BLT-DD tahap pertama yang ditransfer kerekening desa mencapai sekitar Rp 38,4 miliar dan tahap kedua sekitar Rp 39,6 miliar. Sedangkan, penyaluran tahap ketiga sudah mecapai sekitar Rp 26,9 miliar. “Nominalnya memang tidak sama tiap tahapnya, karena adanya proses update data penerima yang bersifat dinamis dan selalu berubah di tingkat desa,” sebutnya.

Edy menjelaskan, BLT-DD tahap ketiga sudah disalurkan kepada 44.860 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Angka itu sekitar 69,85 persen dari seluruh keluarga penerima manfaat (KPM) BLT-DD tahap ketiga di kabupaten Probolinggo.

“Besaran dana BLT DD yang dicairkan oleh setiap desa jumlahnya berbeda. Namun ditingkat penerimanya tetap senilai Rp 600 ribu yang pencairannya dilakukan langsung lewat proses transfer oleh pihak bank rekanan,” jelasnya.

Dengan adanya perbedaan proses pencairan BLT DD yang sebelumnya dilakukan secara tunai langsung kepada KPM. Berubah menjadi sistem transfer itu, sehingga membuat proses penyesuaian terus dilakukan oleh pihak desa dan bank penyalur BLT DD. “Tujuannya tak lain agar penyaluran BLT DD menjadi tepat sasaran. Meski konsekuensinya adalah proses penyalurannya sedikit mundur,” terang mantan Camat Kraksaan ini.

Ditambahkannya pula bahwa Dinas PMD juga terus melakukan pengawasan dan update data penerima penyaluran bantuan secara langsung. Yakni, dengan menurunkan pegawainya melakukan supervisi sekaligus pengecekan ke desa-desa. Langkah ini terus dilakukan setiap kali ada desa yang akan melakukan penyaluran BLT-DD.

“Fungsi adanya petugas itu, untuk memastikan proses penyaluran BLT DD berjalan sesuai data dan aturan. Sehingga peluang penyelewenganya semakin kecil. Dan lebih penting yakni memastikan protokol kesehatan diterapkan dalam proses penyaluran BLT DD itu,” pungkasnya. (tm/iwy)


Bagikan Artikel