Politik & Pemerintahan

Korupsi Ratusan Juta, Kades Gunggungan Lor Dituntut 2 Tahun Penjara


KRAKSAAN – Kasus dugaan tindak pidana korupsi Dana Desa (DD) yang dilakukan Kades Gunggungan Lor Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, Hasan Basri, sudah sampai sidang tuntutan. Dalam sidang Senin (28/9), Kades yang telah dinonaktifkan sementara itu  dituntut 2 tahun kurungan penjara.

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo Cok Gede Putra Gautama mengatakan, dalam sidang tuntutan itu pihaknya menuntut terdakwa terbukti bersalah sesuai dengan pasal 3 UU tindak pidana korupsi.

“Selain dituntut kurungan penjara, yang bersangkutan juga diminta membayar denda 100 juta subsidair 6 bulan kurungan. Juga uang pengganti sebesar Rp 194.657.835,” katanya, kemarin.

Menurut Cok Gede, jika tidak mampu membayar, maka akan dilakukan penyitaan harta. Jika harta tidak cukup, akan ditambah satu tahun kurungan. “Jadi harus ganti rugi. Kalau tidak, maka akan ada penyitaan harta bendanya. Ini tuntutan kami. Untuk putusan, apa kata hakim nanti,” terangnya.

Sidang tersebut digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya. Hasan Basri yang menjadi terdakwa mengikuti sidang secara online di Rutan Kraksaan kelas II B. Persidangan itu dipimpin ketua majelis hakim, Dede Suryaman.

Perlu diketahui, Kepala Desa Gunggungan Lor ditetapkan menjadi tersangka kasus penyalahgunaan Dana Desa tahun 2015-2016. Total dana tahun itu sekitar Rp 1,5 miliar yang digunakan untuk pembangunan infrastruktur. Dari dana itu, kerugian negara yang disebabkan korupsi kepala desa sekitar Rp 195 juta.

Korupsi yang dilakukan yaitu ada sejumlah pembangunan infrastruktur yang disangka dikorupsi. Diantaranya berupa pembangunan drainase, pembangunan tembok penahan tanah, dan   pengaspalan jalan. (yek/iwy)


Bagikan Artikel