Politik & Pemerintahan

PCNU Kota Kraksaan Menguji 20 Calon Ketua Lembaga


KRAKSAAN – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Kraksaan masa khidmat 2020-2025 menerapkan pola baru dalam merekrut pengurus baru. Khususnya pengurus yang akan menjadi ketua lembaga di bawah struktur PCNU. Sebelum ditunjuk menjadi ketua, yang bersangkutan diminta untuk menyampaikan presentasi.

Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Kraksaan KH. Mohammad Syihabuddin Sholeh mengatakan, PCNU sendiri telah melaksanakan konferensi cabang (konfercab) pada akhir Agustus lalu. Yang terpilih sebagai pengurus baru waktu itu adalah jabatan Ketua Tanfidziyah yang kini diemban Kiai Syihab, sapaan karibnya, serta Rais Syuriah yang dijabat oleh KH. Abdul Wasik Hannan.

“Jabatan lainnya belum ditetapkan. PCNU Kota Kraksaan ada unsur mustasyar, a’wan, syuriah, dan tanfidziyah. Alhamdulillah sudah ditetapkan. Lalu ada 20 lembaga di bawah PCNU. Yang kami minta untuk presentasi adalah calon ketua lembaga ini. Yaitu 20 nama,” terangnya.

Presentasi dari 20 calon ketua lembaga dilaksanakan dalam dua gelombang. Masing-masing dilaksanakan pada Rabu (16/9) dan Sabtu (19/9) pekan lalu. “Gelombang pertama ada 14 calon ketua yang menyampaikan rencana programnya kepada kami dan Kiai Wasik (KH. Abdul Wasik Hannan). Gelombang kedua ada 6 calon ketua yang paparan,” terang ulama asal Desa Sidopekso, Kota Kraksaan ini.

Kiai Syihab mengaku terkesan dengan paparan seluruh calon ketua lembaga. Seluruh calon ketua dinilai memiliki kompetensi yang memadai untuk mengemban amanah jabatan terkait.  Karena itu, Selanjutnya, ia bersama Rais Syuriah akan segera menetapkan 20 nama tersebut sebagai ketua lembaga.

“Insya Allah dalam waktu dekat akan segera ditetapkan. Namun sebelum itu, kami menunggu SK untuk PCNU Kota Kraksaan dari PB (Pengurus Besar) NU,” ungkap Kiai Syihab.

Rais Syuriah PCNU Kota Kraksaan KH. Abdul Wasik Hannan menerangkan, PCNU ingin pengurus 20 lembaga di PCNU benar-benar aktif dalam menjalankan programnya. Sehingga PCNU berusaha memastikan bahwa ketua lembaga yang ditunjuk, benar-benar berkompeten sekaligus berkomitmen.

“Kompeten saja tidak cukup. Pengurus NU juga harus berpegang pada komitmen untuk menegakkan program yang dijalankan oleh NU. Sehingga kami merasa bahwa perlu ada presentasi dari calon pengurus sebelum diberi amanah,” terang ulama asal Desa Jatiurip, Kecamatan Krejengan ini. (awi/eem)


Bagikan Artikel