44 Ribu Pekerja Dapat Bantuan Subsidi Upah

KRAKSAAN – Sebanyak 44 ribu pekerja yang merupakan peserta BPJS Ketenagakerjaan di Kabupaten Probolinggo mendapatkan bantuan dari pemerintah. Wujudnya berupa bantuan subsidi upah (BSU) senilai total Rp 2,4 juta selama 4 bulan.

Penyaluran bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Asisten Administrasi Umum Pemkab Probolinggo Mahbub Zunaidi dan Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Pasuruan Arie Fianto Syofyan. Penyerahan dilakukan pada kegiatan apel pagi bersama di halaman depan Kantor Bupati Probolinggo di Kota Kraksaan, Kamis (17/9).

Asisten Administrasi Umum Pemkab Probolinggo Mahbub Zunaidi mengatakan, BSU hanya diberikan oleh Kementerian Tenaga Kerja RI kepada para peserta BPJS Ketenagakerjaan di tengah-tengah pandemi Covid-19. Khususnya yang menerima upah di bawah Rp 5 juta.

“Hingga saat ini secara keseluruhan di Kabupaten Probolinggo, baru 44 ribu yang menerima BSU. Dananya sudah ditransfer ke rekening masing-masing dari berbagai sektor. Mulai dari buruh swasta, PTT (Pegawai Tidak Tetap), GTT (Guru Tidak Tetap), hingga perangkat desa. Semoga seluruh karyawan swasta, PTT dan GTT bisa menerima BSU pada masa pandemi COVID-19,” ungkapnya.

Mahbub berterima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan yang telah memberikan hak dan merealisasikan BSU kepada masyarakat Kabupaten Probolinggo. “Ini merupakan perhatian dari pemerintah kepada para masyarakat terdampak Covid-19 yang upahnya di bawah Rp 5 juta,” katanya.

Artikel Terkait

Sementara itu, Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Pasuruan Arie Fianto Syofyan mengatakan, penyaluran BSU bertujuan meningkatkan daya beli masyarakat yang tengah menurun akibat pandemi Covid-19. Sasaran utamanya merupakan para pekerja formal yang memegang peranan penting dalam perekonomian.

“Di wilayah Kabupaten Probolinggo, sebenarnya jumlah 44 ribu bisa berkembang lebih banyak lagi. Ini merupakan bagian dari manfaat lain bila seandainya yang bersangkutan mengikuti program PT Jamsostek,” ujarnya.

Menurut Arie, karyawan honorer Pemkab Probolinggo sejak tahun lalu telah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Menurutnya, jika peserta BPJS Ketenagakerjaan terdaftar di atas 30 Juni 2020, maka peserta terkait tidak bisa menerima BSU.

“Bagi yang sudah terdaftar sebelum 30 Juni 2020, mohon menginformasikan nomor rekeningnya kepada kami, supaya kita bisa menginformasikan kepada kantor pusat. Informasi tersebut akan menjadi catatan untuk menerima bantuan langsung dari Kementerian Tenaga Kerja,” terangnya.

Arie menerangkan, BSU akan diberikan secara bertahap. Jika ada yang belum menerima, hal itu karena masih dalam tahap verifikasi. “Yang jelas BSU akan diberikan berdasarkan NIK. Jadi, 1 NIK 1 kali menerima BSU, meskipun yang bersangkutan bekerja di banyak tempat,” bebernya. (tm/eem)

Bagikan
Ditulis oleh
Koran Pantura

Artikel Terbaru

Pilkades Serentak 62 Desa, Siapkan Anggaran Rp 1,5 Miliar

KRAKSAAN – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak di Kabupaten Probolinggo tahun 2021 mendatang dipastikan hanya…

21 Oktober 2020

Waduh, Ada Sampah Medis di Stadion Bayuangga

PROBOLINGGO - Warga di sekitar Stadion Bayuangga Kota Probolinggo mengeluhkan adanya tumpukan sampah yang berserakan…

21 Oktober 2020

Satpol Kota Probolinggo Bongkar Tempat Judi

PROBOLINGGO - Satpol PP Kota Probolinggo bergerak memberantas perjudian. Selasa (20/10) sore, Satpol PP membongkar…

20 Oktober 2020

TNBTS Ingatkan Soal Gempa Freatik

SUKAPURA - Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) mengingatkan wisatawan tentang bahaya letusan…

20 Oktober 2020

Kumpulkan Minyak Jelantah, Cegah Warga Konsumsi Minyak Curah

PROBOLINGGO-Yayasan Komunitas Kritis Indonesia (YKKI) Cabang Kota Probolinggo punya gawe yang patut diapresiasi. Mereka mengumpulkan…

20 Oktober 2020

Bafa Al Faiz Jawara Musik Islami

PROBOLINGGO - Kelompok Musik Bafa Al Faiz keluar sebagai juara pertama dalam Lomba Akustik Musik…

19 Oktober 2020