Politik & Pemerintahan

Tertib Jalankan Prokes, Tidak Lagi Batasi Jam Pasar


KRAKSAAN – Meski Kabupaten Probolinggo sempat kembali berstatus zona merah Covid-19, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo tak akan lagi memberlakukan pembatasan jam operasional pasar. Langkah ini diambil karena masyarakat dinilai sudah terbiasa menjalankan protokol kesehatan (prokes).

Plt Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo Taufik Alami mengatakan, pembatasan jam operasional pasar memang salah satu opsi untuk menekan penyebaran Covid-19. Namun, dengan sudah terbiasanya masyarakat menerapkan prokes, pihaknya berkeputusan untuk tidak mengambil langkah tersebut kembali.

“Dari beberapa kali kami turun ke lapangan, masyarakat sudah terbiasa menerapkan protokol kesehatan. Jadi, opsi untuk kembali memberlakukan jam operasional tidak kami ambil lagi,” katanya, Kamis (17/9).

Selain itu ia menambahkan, langkah tersebut tidak akan diambil lagi agar perekonomian masyarakat tetap berjalan. Sehingga ke depannya para pedagang bisa berjualan seperti semula, namun tetap dengan penerapan prokes. “Agar perekonomian tetap jalan juga. Jadi silakan berjualan seperti semula, tapi jangan lupa dengan protokol kesehatannya,” imbuhnya.

Meski begitu, Taufik berjanji akan terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas pasar dengan melakukan sidak-sidak. Dan jika kedapatan pedagang maupun pengunjung akan langsung dikenakan sanksi tegas.

“Tapi nanti kalau ada yang tetap melanggar prokes, maka sanksinya kan berat karena sudah sering kami peringatkan. Bahkan, izinnya bisa dicabut. Jadi saat ini kami lebih fokus ke penekanan penerapan prokesnya” paparnya.

Sementara itu, Amelia salah seorang pedagang di pasar Semampir Kraksaan mengaku lega dengan keputusan tersebut. Dengan tidak diberlakukannya lagi pembatasan waktu berjualan, kini ia sudah bisa mengulak barang-barang jualannya dengan jumlah banyak.

“Syukur kalau tidak ada batasan. Jadi bisa kulakan banyak. Toh orang pasar juga sudah gunakan masker semua. Bahkan, beberapa waktu lalu yang salah pakai maskernya sudah didenda nyapu,” ujarnya. (ay/iwy)


Bagikan Artikel