Politik & Pemerintahan

Hasan Aminuddin: Polri Harus Beri Rasa Aman pada Tokoh Agama


PROBOLINGGO – Peristiwa penusukan terhadap Syekh Ali Jaber ketika menjadi penceramah di Bandar Lampung, Minggu (13/9), memantik respons dari berbagai kalangan. Pasalnya, serangan tersebut dinilai berpotensi melemahkan aktivitas dakwah yang dilakukan oleh tokoh agama.

Ketua DPP Partai NasDem Bidang Agama dan Masyarakat Adat H. Hasan Aminuddin turut mengutuk serangan yang dilakukan pelaku berusia 23 tahun berinisial AA tersebut. Ia meminta Kepolisian mengusut tuntas kasus penusukan tersebut. Ia juga meminta Polisi tidak gegabah menyatakan bahwa pelaku adalah orang gila.

“Ada yang mengatakan kalau pelaku adalah orang gila. Polisi perlu meminta keterangan kepada orang tua pelaku, tanyakan apakah anaknya gila atau tidak. Tidak mungkin orang gila menyerang tokoh agama yang sedang berceramah di atas panggung tanpa ada niat sengaja,” sergah Hasan, Senin (14/9).

Politisi asal Kabupaten Probolinggo ini juga meminta Polisi menguji kondisi kejiwaan pelaku. Yakni untuk memastikan apakah ia mengalami sakit jiwa atau tidak. Hasan mengaku prihatin karena sasaran penusukan tersebut adalah seorang tokoh agama. Oleh karenanya, ia berharap Kepolisian menjamin keamanan tokoh agama.

“Saya minta Kapolri memerintahkan kepada jajarannya ke tingkat yang paling bawah, agar memberikan rasa aman bagi seluruh tokoh agama di seluruh Indonesia dalam menjalankan tugasnya. Apapun agamanya, tokoh agama harus dilindungi,” tegas Hasan.

Mantan Bupati Probolinggo itu meminta kepada seluruh pihak agar peristiwa penusukan kepada tokoh agama tidak boleh lagi terjadi di muka bumi Indonesia. “Ini preseden buruk bagi masyarakat karena tokoh agama diserang secara terbuka di muka publik. Ini tidak boleh terjadi lagi,” tegasnya. (eem)


Bagikan Artikel