Politik & Pemerintahan

Operasi Prokes, Sanksi Ratusan Pelanggar


KRAKSAAN – Selama dilakukan operasi penegakan protokol kesehatan (prokes) di sejumlah pasar di Kabupaten Probolimggo, Satgas sudah memberikan sanksi kepada ratusan pelanggar. Rata-rata pelanggarannya gara-gara tak bermasker di area pasar.

Di hari pertama Senin (7/9) lalu terdapat 72 pelanggar di 4 pasar. Masing-masing adalah Pasar Maron 19 orang; Pasar Banyuanyar 3 orang; Pasar Semampir, Kraksaan 49 orang; dan Pasar Paiton hanya 1 orang.

Sedangkan pada Selasa (8/9), jumlah pelanggar semakin meningkat, yakni 122 orang di 7 pasar. Rinciannya, Pasar Tegalsiwalan 15 orang; Pasar Sebaung, Kecamatan Gending 5 orang; Pasar Bayeman, Kecamatan Tongas 22 orang; Pasar Sukapura 3 orang.

Selanjutnya, Pasar Kotaanyar 65 orang; Pasar Dringu 3 orang dan Pasar Pakuniran 9 orang. Selain didapati tak mengenakan masker. Beberapa pelanggar di Pasar Dringu tidak memakai masker dengan benar, atau masker tidak dipakai hingga menutupi hidung.

Sementara Rabu (9/9), total ada 63 pelanggar di 6 pasar. Rinciannya, Pasar Besuk sebanyak 6 pelanggar; Pasar Sumberasih 3 pelanggar; Pasar Wonomerto 3 pelanggar; Pasar Bantaran 18 pelanggar; Pasar Pajarakan 30 pelanggar; dan Pasar Leces 3 pelanggar.

Koordinator Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto mengatakan, untuk operasi lanjutan, pihaknya akan lebih waspada lagi dalam menegakkan sanksi untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

“Semisal, jika petugas di lapangan mau memberikan sanksi harus selalu didampingi jajaran samping. Karena dalam penindakan sering terjadi bersitegang dan dikhawatirkan terjadi main fisik antara petugas lapangan dan pelanggar,” kata Ugas, kemarin.

Dalam sanksi, menurut Ugas, tidak ada perubahan ataupun tambahan, terlebih bagi pedagang yang melanggar akan menutup lapak jualannya selama satu minggu. Jika tetap tidak mengindahkan anjuran, Ugas menegaskan, lapak jualannya tidak hanya ditutup, melainkan dicabut izinnya.

“Kebaikannya juga untuk diri mereka masing-masing, selain tidak terjangkit virus untuk dirinya sendiri, keluarganya juga akan terhindar. Maka dari itu, kami berharap anjuran protokol kesehatan menjadi kebiasaan baru kedepannya,” ujar Kepala Bakesbangpol Kabupaten Probolinggo itu. (yek/iwy)


Bagikan Artikel