Politik & Pemerintahan

Bupati Tantri Pimpin Razia Masker


TONGAS – Operasi Penegakan Protokol Kesehatan oleh tim Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo, Selasa (8/9) telah memasuki hari kedua. Operasi kemarin berupa razia warga tak memakai masker yang digelar di Pasar Bayeman, Kecamatan Tongas.

Bupati Hj Puput Tantriana Sari kemarin turun langsung memimpin operasi penegakan protokol kesehatan mulai pukul 07.00 hingga 09.00. Menurutnya, pelaksanaan razia masker di pasar ini bukan untuk mempersulit keadaan dan menyusahkan pedagang dan pengunjung pasar. Langkah ini untuk melindungi warga yang berinteraksi di pasar agar tidak sampai terpapar penyebaran Covid-19.

“Dalam masa penerapan kebiasaan baru ini, para pedagang dan pembeli harus menjadikan masker sebagai sebuah kebutuhan yang wajib dikenakan selama beraktifitas diluar rumah. Karena penyebaran Covid-19 dapat terjadi dimana saja dan kapan saja. Terlebih virus yang jadi musuh kita bersama ini, sifatnya kasat mata atau tidak kelihatan,” ujar Bupati Tantri di hadapan para pedagang dan pengunjung Pasar Bayeman.

Dijelaskan pula bahwa kepatuhan warga dalam penerapan protokol kesehatan merupakan bentuk kontribusi nyata dalam perang melawan pandemi Covid-19. Salah satu yang utama ialah mengenakan masker ketika bepergian ketempat-tempat umum seperti pasar.

“Saya tidak ingin kepatuhan warga dalam memakai masker hanya terjadi saat ada razia semacam ini. Bukan itu tujuannya, melainkan dalam penerapan kebiasaan baru ini, warga muncul kesadarannya bahwa setiap masker yang dikenakannya selain melindungi dirinya, tapi juga melindungi orang lain disekitarnya,” jelasnya.

Disebutkan Bupati Tantri, berdasar laporan dari satgas percepatan penanganan Covid-19 bentukannya, mayoritas pelanggar yang terjaring dalam razia masker yang digelar diberbagai pasar di kabupaten Probolinggo. Alasannya sangatlah klasik, yakni karena mereka lupa membawa masker ketika keluar rumah.

“Alasan ini tentunya tidak kami benarkan, karena saya meyakini tiap warga pasti punya masker di rumahnya masing-masing. Baik itu dari hasil membeli maupun dari pemberian pemerintah secara gratis,” sebutnya.

Karena itu, Bupati perempuan pertama di kabupaten Probolinggo ini menegaskan kembali bahwa penggunaan masker wajib hukumnya bagi setiap warga kabupaten Probolinggo ketika beraktifitas diluar rumah. “Aturan ini tidak bisa ditawar lagi, karena kami hanya ingin warga kami tetap sehat dan mata rantai penularan Covid-19 dapat segera diputus,” tegasnya.

Dari pengakuan beberapa warga yang terjaring razia masker di pasar Tongas,  terungkap berbagai macam alasan.  Mulai dari alasan lupa bawa masker karena buru-buru, hingga alasan tak percaya akan adanya Covid-19.

Alhasil terdapat sebanyak 12 warga yang terjaring razia masker di Pasar Tongas kemarin. Sebagai sanksinya, mereka dihukum menyapu halaman pasar, menanam sayur, membeli masker hingga dikarantina di dekat peti jenazah yang sengaja disiapkan di dalam salah satu mobil ambulans. (tm/iwy)


Bagikan Artikel