Politik & Pemerintahan

Sidak, Dewan Minta Gudang Tak Ambil Tembakau Luar


PAITON – DPRD Kabupaten Probolinggo pada Kamis (3/9) siang melakukan sidak ke beberapa gudang tembakau yang ada di Paiton dan Kraksaan. Yang disidak ini adalah gudang-gudang tembakau yang manajemennya tidak menghadiri rapat dengar pendapat di gedung dewan, Rabu (3/9).

            Sidak ini dipimpin langsung oleh Ketua Komisi B Sugito. Yang pertama kali didatangi ialah CV Rejo Hasil di Desa Sumberanyar, Kecamatan Paiton.  Gudang tersebut menyatakan siap menampung 1.100 ton tembakau petani lokal.

            “Sudah buka, dan kapasitasnya mampu untuk menampung 1.100 ton. Dan kami juga minta pihak gudang tidak mengambil tembakau dari luar, sebelum yang di Probolinggo habis,” kata Sugito kemarin.

            Gudang kedua yang disidak adalah CV Sumberanyar. Di gudang tersebut sudah ada sekitar 300 ton tembakau yang dibeli dari petani lokal. Sedangkan untuk kapasitasnya hanya mampu menampung 500 ton. “Dari tahun kemarin gudang ini mampunya hanya 500 ton. Jadi tinggal 200 ton lagi ini gudang mampunya,” jelasnya.

Sementara, di salah salah satu gudang yang disidak di Kraksaan, Komisi B menemukan ada gudang yang masih belum buka hingga saat ini. Komisi B pun meminta agar pihak gudang segera beroperasi, sebab saat ini sudah memasuki masa panen raya.

“Kalau yang CV Dwi Karya sudah buka, tapi yang AOI di Asembakor itu masih tutup. Dan lagi, kami meminta gudang ini (AOI) tidak memasok tembakau dari luar, baik itu dari daerah Maesan Bondowoso ataupun Jember,” kata Sugito.

Sementara, kepala operasional gudang AOI mengatakan, ditutupnya gudang tidak terlepas dari belum adanya perintah dari pihak PT Karya Dibya Mahardhika selaku atasannya. Namun, ia akan berusaha untuk terus melakukan komunikasi agar gudang tersebut bisa segera dibuka. “Tadi kami sudah kirim email. Semoga saja tanggal 15 September nanti sudah bisa dibuka,” paparnya.

Berdasar data yang dihimpun Koran Pantura, dari sidak DPRD ini tercatat gudang-gudang tersebut hanya mampu menyerap 2.500 ton tembakau. Rinciannya, CV Rejo Hasil 1.100 ton; CV Sumberanyar 500 ton; CV AOI 400 ton; dan CV Dwi Karya 500 ton.

Dalam rapat dengar pendapat sebelumnya, ada 5.000 ton tembakau lokal yang siap ditampung oleh Gudang Garam dan CV Jaya Abadi Djarum. Sedangkan produksi tembakau dari Kabupaten Probolinggo tahun ini diprediksi akan mencapai 13.000 ton. (ay/iwy)


Bagikan Artikel