Politik & Pemerintahan

Dua Pejabat Dibebas-tugaskan, Gogol: Untuk Memudahkan Pemeriksaan


PROBOLINGGO – Teka-teki penyebab keputusan Walikota Probolinggo Hadi Zainal Abidin membebas-tugaskan dua pejabat yaitu Tutang Heru Aribowo dan Dwi Hermanto, mulai terjawab. Kepala BKD-SDM (Bagian Kepegawaian Daerah dan Sumber Daya Manusia) Gogol Sujarwo, Kamis (27/8), memberi penjelasan terkait masalah ini.

Gogol mengatakan, pembebasan tugas Tutang Heri Aribowo dari jabatan staf ahli berbeda dengan Dwi Hermanto kepala Dinas Perizinan Penanaman Modal Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPPMSPTK). Hanya, surat penon-aktifkan kedua pejabat itu memang dikirim secara bersamaan.

Menurut Gogol, Tutang dibebaskan dari jabatannya sebagai staf ahli. Sedang Dwi Hermanto dibebastugaskan dari tugas-tugasnya sebagai kepala dinas.

Dwi masih menjabat kepala DPPMSPTK, namun tugas-tugasnya sebagai kepala dinas dilaksanakan oleh orang lain. Walikota menunjuk Plh (Pelaksana harian) Sudiman yang juga menjabat Kepala Dispertahankan (Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan).

“Pak Dwi di-offkan dulu dari tugas-tugasnya. Dia masih menjabat kepala  DPPMSPTK. Plh-nya pak Diman. Jadi tugas-tugasnya diberikan ke Pak Diman,” ujar Gogol saat dikonfirmasi  Kemarin siang di kantornya.

Dwi Hermanto di-off untuk memudahkan pemeriksaan terhadap dirinya. Hanya, Gogol tidak menjelaskan dugaan pelanggaran disiplin yang dilakukan Dwi. Mengingat, ia hanya mendapat rekomendasi dari inspektorat. “Kami tidak tahu pelanggarannya. Yang tahu kan inspektorat,” tambahnya.

Sebelumnya, baik Tutang dan Dwi sudah diperiksa dan diperingatkan secara lisan oleh pejabat di atasnya. Dengan demikian, pemkot sebelumnya sudah melaksanakan prosedur sebelum mengirim surat penon-aktifan. “Dalam waktu dekat, pak Dwi akan diperiksa secara administrasi atau tertulis,” tandasnya.

Nah, untuk keperluan itulah mantan Kabag Umum tersebut dinonaktifan dari tugas-tugasnya sebagai kepala dinas. Dimungkinkan, pemeriksaan berlangsung 2 minggu atau 15 hari. Jika belum selesai, maka akan diperpanjang 10 hari. “Kalau memang nanti pak Dwi tidak melanggar, ya kemungkinan akan dikembalikan ke jabatannya,” tambahnya.

Terkait pembebasan tugas Tutang, Gogol menyebut Tutang memenuhi unsur pelanggaran disiplin berat. Saat ditanya tugas atau jabatan Tutang yang baru, Gogol menjawab menunggu respon dari Tutang. “Kami menunggu tanggapan dari beliaunya. Menerima atau tidak,” lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, Gogol menyayangkan surat bebas tugas yang beredar di masyarakat. Mestinya, hal itu tidak terjadi karena surat tersebut kata Gogol dokumen Negara yang harus dirahasiakan dan disimpan.

Kata Gogol, siapa saja yang ikut menyebarkan bisa berurusan dengan hukum. “Yang ikut menyebarkan surat itu, bisa kena. Makanya sampeyan jangan ikut-ikut menyebarkan,” katanya. (gus/iwy)


Bagikan Artikel