Politik & Pemerintahan

Walikota Probolinggo Bebas-tugaskan Dua Pejabat


PROBOLINGGO  Dua pejabat Pemkot Probolinggo dibebas-tugaskan oleh walikota. Masing-masing adalah Staf Ahli Tutang Heru Aribowo dan Kepala Dinas Perizinan Penanaman Modal Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPPMSPTK) Dwi Hermanto. Belum jelas alasan dibalik kebijakan membebastugaskan kedua pejabat tersebut. Yang jelas, kedua pejabat itu kini tidak memiliki pos jabatan.

Sampai Rabu (26/8), Koran Pantura belum berhasil mendapat penjelasan dari Kepala BKP SDM (Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia) Pemkot Probolinggo Gogol Sujarwo. Saat dihubungi lewat telepon, tidak ada respons. 

Sedangkan Tutang Heru Aribowo saat dikonfirmasi membenarkan situasi yang menimpanya. Mulai kemarin dirinya resmi tidak menjabat Staf Ahli, karena telah dibebastugaskan oleh walikota. 

Atas keputusan walikota tersebut, mantan Camat Mayangan ini menyatakan bakal melakukan perlawanan. Hanya, ia masih merahasiakan apa langkah perlawanan yang akan diambilnya. Hal itu masih dibicarakan di internal keluarganya. 

Ya benar. Saya telah dibebastugaskan dari staf ahli. Suratnya sudah dipegang kami. Ini saya masih berembuk dengan keluarga, jawab Tutang kemarin saat ditanya  apakah akan melakukan perlawanan. 

Meski sudah dinon-aktifkan, Tutang mengaku bakal tetap ngantor hari ini. Tapi, mantan kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) semasa Walikota Rukmini ini bingung akan berkantor di mana. Sebab, dalam surat pembebas-tugasan dirinya tidak tertuang perintah tugas baru. 

“Ya, tetap ngantor lah. Tapi ngantor di mana, saya tidak tahu. Tidak ada perintah tugas baru. Pokoknya dibebas-tugaskan, gitu saja. Makanya, saya bingung,” ujar pria yang tinggal di Mayangan ini.

Tutang membantah kalau pembebas-tugasan dirinya karena sering tidak masuk kerja. Bahkan, ia menantang untuk mengecek absensi di kantornya. Yang tidak percaya, bisa cek kehadiran saya di kantor. Absensi tidak bisa diwakilkan. Absensi di kantor kami  bukan lagi sidik jari, tapi mata, tegasnya. 

Tetapi soal tudingan dirinya sering bertemu dengan mantan Walikota Probolinggo HM. Buchori, Tutang tidak memungkiri. Ia berterus terang pernah bertemu dengan mantan atasannya itu, namun bukan dalam situasi maupun kepentingan politik. Hanya silaturrahim saja. Kalau ada yang beranggapan (politik, red) seperti itu, monggo saja. Pak Buchori saya anggap guru dan orang tua, ujarnya. 

Seperti Tutang, Dwi Hermanto membenarkan dirinya dibebas-tugaskan dari jabatan kepala DPPMSPTK. Dwi juga tidak tahu apa penyebabnya. Ya, kami dibebas-tugaskan, terhitung mulai hari ini. Enggak tahu apa penyebabnya, ujar Dwi, kemarin. 

Dwi mengaku tetap akan ngantor seperti biasa hari ini di kantor DPPMSPTK. Tetapi Dwi menyatakan dirinya sudah tidak bisa melakukan sesuatu seperti saat menjabat kepala DPPMPSTK. Kami tetap ngantor. Tetapi sudah tidak punya wewenang, tambahnya. 

Sedangkan saat ditanya apakah akan melakukan perlawanan, Dwi mengaku butuh  waktu untuk berpikir. Saat ini ia masih sibuk mempersiapkan administrasi ASN-nya yang kurang. Belum berpikir ke sana. Ini lagi sibuk memenuhi administrasi yang masih kurang, tambahnya tanpa menjelaskan persiapan administrasi yang dimaksud. (gus/iwy)


Bagikan Artikel