Politik & Pemerintahan

Ada Nakes Positif, Dinkes Tutup Puskesmas Maron


MARON – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo menutup operasional Puskesmas Maron sejak Senin (17/8) lalu. Ini karena ada sejumlah tenaga kesehatan (nakes) yang positif terpapar Covid-19. Untuk sementara, para pasien yang menjalani rawat inap dialihkan ke puskemas terdekat.

Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Anang Boedi Yoelijanto menyampaikan, sejak Senin lalu Puskesmas Maron ditutup sementara, tidak melayani pasien apapun. Sebab, ada beberapa nakes yang terpapar virus corona.

Dokter Anang tidak menyebut berapa jumlah nakes yang positif Covid-19. Ia hanya menuturkan jika saat ini gugus tugas Covid-19 berupaya menelusuri (tracking) secara mendalam. Sasarannya adalah pegawai Puskesmas Maron yang berjumlah 83 orang. Tracking juga dilakukan terhadap kontak erat lain.

Disinyalir, para nakes terpapar oleh pasien yang sebelumnya sempat ditangani, yaitu dari klaster KTI (Kutai Timber Indonesia / pabrik kayu di Kota Probolinggo). Akan tetapi seluruh kondisi para nakes saat ini sehat. Sehingga seluruh nakes dilakukan pemeriksaan rapid test dan swab.

“Seluruh pegawai akan diperiksa untuk memastikan siapa saja yang positif. Kemudian dilanjutkan pemeriksaan rapid test dan pemeriksaan swab. Itulah kemudian Puskesmas Maron ditutup,” kata dokter Anang yang juga menjadi juru bicara Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo, Selasa (18/8).

Selain itu, penutupan Puskesmas Maron juga dilakukan sebagai upaya sterilisasi dari virus. Selama penutupan layanan kesehatan di Kecamatan Maron, pasien diarahkan ke puskesmas terdekat sesuai dengan domisilinya, yaitu di Puskesmas Suko, Condong, Klenang, dan Gending.

Ia berharap, kondisi ini tidak berlangsung lama. Pekan depan diharapkan layanan kesehatan di Puskesmas Maron kembali berjalan. Tentunya ini masih harus memunggu hasil swab. Jika hasilnya negatif, bisa dipulangkan dan kembali beraktifitas di puskesmas. Kalau sebaliknya, ya terpaksa harus diisolasi.

“Saat ini, mereka berada di rumah sehat dengan pengawasan ketat dari petugas medis. Karenanya, kami imbau masyarakat tidak menyepelekan protokol kesehatan yang ada. Gunakan masker dan rajin mencuci tangan, agar penyebaran Covid-19 dapat ditekan,” tandas dokter Anang. (yek/iwy)


Bagikan Artikel