Politik & Pemerintahan

Hanya Izinkan 2 Sekolah Gelar Pembelajaran Tatap Muka


PROBOLINGGO – Adanya instruksi dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk menguji coba pembelajaran tatap muka (PTM) dijenjang SMA/SMK pada 18 Agustus mendatang, direspon Bupati Probolinggo Hj. P Tantriana Sari. Bupati Tantri hanya mengizinkan 2 lembaga sekolah di jenjang SMA/SMK untuk menerapkannya.

Dua lembaga SMA/SMK yang diizinkan gelar PTM itu berada di wilayah Kota Kraksaan dan Kecamatan Leces. Alasan Bupati Tantri, ada kekhawatiran yang didasarkan pada hasil kajian dari jurnal tentang penyebaran Covid-19 yang sangat rentan terjadi pada anak-anak dan lansia.

Karena itu, Bupati Tantri masih enggan untuk mengijinkan penerapan PTM baik kepada seluruh jenjang SMA/SMK, maupun seluruh jenjang lainnya di bawahnya.

“Kami ijinkan hanya untuk dua lembaga saja. Itu pun harus merujuk pada aturan penerapan protokol kesehatan yang didalamnya juga membatasi maksimal hanya 25 persen dari kuota jumlah siswa tiap kelasnya, serta maksimal jam pelajaran hanya selama 4 jam per harinya,”paparnya, Kamis (13/8).

Dijelaskannya pula bahwa selain pembatasan jumlah peserta didik maksimal 25 persen dalam tiap kelasnya, Bupati tak ingin sampai kecolongan dengan munculnya klaster pendidikan. Pihaknya telah menyusun rencana tentang wajib rapid test yang akan dilakukan sebanyak 2 kali diawal pelaksanaan PTM pada 18 Agustus hingga proses uji coba PTM di SMA/SMK itu berakhir pada akhir bulan ini.

“Sebenarnya kondisinya belum ideal untuk menguji cobakan hal tersebut. Namun untuk mengawal kebijakan Gubernur, maka saya telah perintahkan kepada gugus tugas untuk merapid test secara rutin seluruh warga sekolah mulai dari para guru, murid, pedagang kantin, hingga tukang parkir sekalipun tanpa terkecuali,” jelasnya.

Dalam uji coba ini, Bupati Tantri akan secara khusus memantau setiap perkembangan dan laporan dari gugus tugas Covid-19 setiap harinya. Apakah ada warga sekolah yang terindikasi terpapar Covid-19 atau tidak. Apabila ada satu saja warga sekolah yang dinyatakan reaktif dan positif Covid-19, sudah barang tentu sebagai Bupati dia akan mengambil kebijakan untuk menghentikan kegiatan PTM tersebut.

“Semoga dengan langkah-langkah yang kami ambil ini, bisa mencegah terjadinya penyebaran Covid-19 dilembaga pendidikan yang akan memulai masa uji cobanya pada 18 Agustus mendatang,” ujarnya.

Terkait nasib jenjang lembaga pendidikan PAUD, SD, SMP, Bupati Tantri menegaskan bahwa dirinya telah berkoordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Probolinggo. Hasilnya yakni Pemkab Probolinggo tetap bersikukuh tidak akan membuka sekolah hingga pandemi Covid-19 benar-benar sudah hilang dari wilayah kabupaten Probolinggo.

“Untuk jenjang PAUD,SD,dan SMP masih belum saatnya untuk dibuka, kami tidak ingin ambil resiko dengan mengorbankan kesehatan anak-anakndi kabupaten Probolinggo,” tegasnya. (tm/iwy)


Bagikan Artikel