Politik & Pemerintahan

Jelang Reaktivasi, Bupati Tantri Pantau Madakaripura


LUMBANG – Pemkab Probolinggo akan membuka kembali (reaktivasi) destinasi wisata di daerahnya, hari ini. Untuk itu, kemarin Bupati Tantri meninjau langsung kesiapan destinasi wisata yang akan dibuka. Salah satunya adalah air terjun Madakaripura di Kecamatan Lumbang.

Dalam kunjungannya di kawasan Madakaripura, Bupati didampingi beberapa kepala OPD. Tidak hanya meninjau, tapi Bupati Tantri juga mencoba jalur bersepeda dari tempat parkir mobil hingga mendekati air terjun Madakaripura.

Kunjungan hingga ke lokasi air terjun ini terasa istimewa lantaran baru pertama kalinya sampai ke air terjun Madakaripura.  Bupati Tantri mengatakan, sepanjang perjalanan ke air terjun ini sangat menakjubkan. Mulai dari alam hingga puncaknya di spot air terjun Madakaripura. Pemandangannya menyegarkan pengunjung setelah melakukan tracking. “Luar biasa indah, dan segar,” ujarnya.

Ia mengaku kedatangannya ini untuk melihat langsung kesiapan menuju reaktivasi wisata Kabupaten Probolinggo. “Melihat kesiapan juga di Madakaripura, sebelum reaktivasi wisata,’ jelasnya.

Hal seperti ini tidak hanya dilakukan di air terjun Madakaripura, tetapi juga di tempat wisata lain yang memang dikelola Pemkab probolinggo. Sebut saja kawasan Seruni Point di  Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, hingga hotel dan restoran. “Ini kami lakukan untuk menyamakan frekuensi,’ jelasnya.

Menurutnya, dengan reaktivasi ini,  diharapkan tidak sampai menimbulkan permasalahan baru, apalagi sampai muncul klaster baru penularan virus corona. “Setiap wisata sudah masuk kawasan wajib bermasker,” tegasnya.

Bupati menyatakan, dalam bidang wisata ini ia memang ingin turun langsung. “Termasuk mengawal terus proses penyusunan SOP (Standar Operasional Prosedur),” jelasnya. Termasuk sosialisai dan edukasi pada pengelola wisata. “Saya pikir SOP hampir 11-12 dengan pemerintah daerah lain. Baik kementerian, sama SOP. Intinya jaga jarak, cuci tangan dan hindari kerumunan,” jelasnya.

Selanjutnya, Bupati Tantri berharap, SOP yang sudah disusun itu dijalankan secara ketat  oleh para pelaku wisata di Kabupaten Probolinggo. “Semoga pada akhirnya SOP yang kita susun, kemudian sosialisasi, bahkan dinkes juga disertifikasi, sesuatu yang terus kontinyu.  Namun ini semua eksekutornya adalah para pelaku sendiri. Karena praktiknya ya pelaku di lapangan,” terangnya.

Selain itu, Bupati Tantri juga memi Disporaparbud untuk membuatkan masterplan di kawasan Madakaripura lantaran sejumlah fasilitasnya kurang baik. Seperti halnya mushala yang rusak karena  longsor, hingga sejumlah jalan yang rusak di sepanjang jalur. “Kami minta agar dibuatkan materplan. Ya, paling tidak, pengunjung yang datang nyaman dan betah,” ujarnya. (rul/iwy)

Bupati Tantri bersama sejumlah kepala OPD Pemkab Probolinggo gowes di kawasan wisata Air Terjun Madakaripura, kemarin. (Choirul Umam Masduqi/Koran Pantura)


Bagikan Artikel