Politik & Pemerintahan

Tiga Bulan, Pemkab Probolinggo Gelontorkan Bansos Rp 232 M


KRAKSAAN – Sejak pandemi Covid-19, Pemkab Probolinggo telah menggelontorkan Rp 232 miliar lebih untuk bantuan sosial (bansos). Bantuan yang disalurkan selama 3 bulan terakhir itu diperuntukkan pada warga terdampak wabah Covid-19.

Berdasarkan data dari Dinas Sosial (Dinsos) setempat, anggaran yang digelontorkan itu senilai Rp 232.984.515.000, selama April-Juni. Jenis bantuan itu berupa Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial.

Kemudian, bantuan sembako dari Kabupaten Probolinggo dan Jaring Pengaman Sosial (JPS) dari Provinsi Jawa Timur. Serta Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD).

Rinciannya, untuk April senilai Rp 60.199.799.000 disalurkan bagi 176.199 kepala keluarga (KK). Yaitu, BPNT dan PKH senilai Rp 47.945.799.000 diperuntukkan pada 149.109 KK; BST senilai Rp 10.254.000.000 diperuntukkan pada 17.090 KK; dan sembako daerah senilai Rp 2 miliar untuk 10 ribu KK.

Pada Mei, ada 219.514 KK yang menerima bansos dengan total Rp 68.562.309.000. Rinciannya, BPNT dan PKH senilai Rp 56.308.309.000 diperuntukkan pada 192.424 KK; BST senilai Rp 10.254.000.000 diperuntukkan pada 17.090 KK; dan JPS Provinsi Jawa Timur senilai Rp 2 miliar untuk 10 ribu KK.

Sementara pada Juni, bansos senilai Rp 65.852.407.000 dibagikan pada 208.777 KK. Rinciannya, BPNT dan PKH senilai Rp 56.013.007.000 diperuntukkan pada 192.378 KK dan BST senilai Rp 9.839.400.000 bagi 16.399 KK. Namun, untuk BST dari Kementerian Sosial itu, masih dalam proses penyaluran melalui pos dan bank yang ditunjuk pemerintah.

Sementara untuk BLT DD Tahap I telah disalurkan bagi 63.950 KK senilai Rp 38.370.000.000. Rincian penerima yakni 46.705 tidak terdata pada Bansos di Dinas Sosial. Kemudian 16.784 KK yang kehilangan pekerjaan dan 461 orang terdata lama sakit kronis. Untuk tahap II, masih dalam proses penyaluran.

Kepala Dinsos setempat Achmad Arif menyampaikan, bansos tersebut merupakan salah satu bentuk ikhtiar dari pemerintah daerah untuk meringankan beban hidup warganya selama pandemi corona berlangsung. “Karena pandemi berdampak luar biasa pada perekonomian masyarakat,” ujarnya, Selasa (28/7).

Kata Arif, itu jenis bansos yang melalui dinas sosial. Bantuan itu telah disalurkan kepada penerima manfaat. Ada yang berupa uang tunai ada juga berupa paket sembako. “Untuk sembako, kami bekerjasama dengan Bulog untuk mempermudah pasokan dan kontrol kualitas mutu sembako,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan Jaminan Sosial Dinsos Ofie Agustin menambahkan, jumlah penerima manfaat Bansos itu, dapat berubah. Penambahan atau pengurangan penerima dilakukan melalui Musyawarah Desa Khusus (Musdessus). “Untuk keluarga yang memang layak, tapi belum mendapat bantuan, maka diusulkan melalui musdessus,” singkatnya. (yek/awi)


Bagikan Artikel