Politik & Pemerintahan

Dispendik: Beli Paket Data Boleh Pakai BOS


PROBOLINGGO – Permasalahan borosnya paket data internet yang dipakai siswa selama proses pembelajaran dari rumah, ditanggapi oleh Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo. Dispendik menyampaikan bahwa saat ini sudah ada solusi. Yakni, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dapat dialokasikan oleh pihak sekolah untuk belanja paket data bagi para siswa.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada Dispendik setempat Fahrurrozi. Menurutnya, dana BOS reguler boleh digunakan untuk pembelian pulsa, paket data, dan layanan platform online. Baik oleh guru maupun siswa.

Hal tersebut tertera dalam Penyesuaian petunjuk teknis (juknis) penggunaan BOS Reguler dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) 19/2020. Yakni tentang Perubahan Atas Permendikbud Nomor 8 Tahun 2020 tentang Juknis BOS Reguler.

“Juknis BOS-nya sudah turun sejak bulan April lalu. Tinggal apakah dari pihak sekolah sudah mengalokasikan belanja paket data itu atau belum,” ujarnya, Senin (27/7).

Berdasarkan juknis tersebut, kepala sekolah diberikan wewenang membelanjakan dana BOS reguler. Yakni untuk pembelian pulsa, paket data, dan layanan platform online untuk guru maupun siswa. “Jadi, kepada kepala sekolah tidak perlu ragu atau takut untuk membelanjakan dana BOS untuk keperluan paket data bagi para guru dan siswa,” kata Fathurrozi.

Selain untuk belanja paket data bagi guru dan siswa, BOS reguler juga dapat dipakai untuk membeli alat pelindung diri (APD). Baik berupa cairan desinfektan, masker, dan sarana penunjang kebersihan lainnya. “Boleh dipakai untuk belanja APD, asalkan transparan dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Fahrurrozi berharap dengan adanya Juknis BOS reguler tersebut, para kepala sekolah tidak lagi ragu untuk menyediakan paket data bagi guru dan siswa. Dengan demikian, kegiatan belajar dari rumah dapat dipastikan dapat berjalan dengan lancar dan tidak membebani orang tua.

“Tapi tidak semua sekolah bisa menyediakan paket data tersebut. Semua bergantung kemampuan dana BOS masing-masing sekolah,” katanya. (tm/eem)


Bagikan Artikel