Politik & Pemerintahan

Bupati Tantri Kunker ke Bali


BALI – Pemkab Probolinggo cukup serius melakukan persiapan sebelum tempat-tempat wisata di wilayahnya dibuka. Salah satu wujudnya adalah dengan kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, Kamis (23/7). Yang melakukan kunker tersebut adalah Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari.

Kunker tersebut bertujuan mempelajari kiat-kiat penerapan tatanan kebiasaan baru di sektor pariwisata. Bu Tantri dan rombongan Pemkab Probolinggo disambut oleh Bupati Gianyar I Made Mahayastra, didampingi Wakil Bupati Anak Agung Gede Mayun dan jajaran pejabat Pemkab Gianyar.

Kepada Bupati I Made Mahayastra, Bu Tantri mengatakan, tujuan kedatangannya adalah untuk mempelajari bagaimana cara Pemkab Gianyar menerapkan tatanan kebiasaan baru di sektor pariwisata.

“Saya mengajak serta tim Satgas Covid-19, untuk melihat secara dekat teknis penerapan new normal di sektor pariwisata di Gianyar, dan bagaimana pengawasannya,” kata Bu Tantri.

Selain itu, Pemkab Probolinggo juga ingin mempelajari kiat-kiat keberhasilan Pemkab Gianyar dalam memperoleh dana pinjaman dari PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) dan bagaimana pengelolaannya. “Kami ingin belajar lebih detail terkait pendanaan pembangunan dari PT SMI, dan langkah-langkah strategis manajerialnya,” ujarnya.

Bupati I Made Mahayastra mengatakan, usaha pariwisata di Gianyar telah dibuka kembali secara resmi sejak tanggal 9 Juli lalu. Hal itu sejalan dengan instruksi Gubernur Bali.

“Menindaklanjuti hal tersebut, kami langsung menginstruksikan kepada dinas pariwisata untuk segera melakukan verifikasi terhadap usaha pariwisata sebelum memberikan sertifikat dan menyatakan mereka boleh dibuka untuk umum. Setelah mengantongi sertifikat, pengawasan tetap dilakukan oleh tim pengawas yang dikomandoi oleh dinas pariwisata,” terangnya.

Dalam upaya penanganan pandemi covid-19, Bupati I Made Mahayastra mengungkapkan bahwa pihaknya juga melakukan refocusing anggaran. Anggaran refocussing yang berhasil dihimpun mencapai Rp 100,7 miliar. Selain itu, pihaknya juga melakukan rasionalisasi terhadap belanja pegawai sebesar 24 persen.

Meski demikian, belanja modal tetap dipertahankan agar menjaga program pembangunan dan roda perekonomian tetap berlangsung. Belanja modal yang dimaksud diantaranya pembangunan Pasar Gianyar, pembangunan RSUD, dan sebagainya.

“Sektor pariwisata dan sektor-sektor lain menghadapi pukulan, perputaran ekonomi melemah. Melalui belanja modal ini, pembangunan ini, kami berharap perputaran ekonomi di masyarakat masih terjaga,” katanya.

Pemkab Gianyar juga berhasil mendapatkan bantuan pinjaman dari PT. SMI. Perusahaan ini merupakan salah satu special mission vehicle di bawah Kementerian Keuangan yang bergerak di bidang pembiayaan dan penyiapan proyek infrastruktur.

Bupati I Made Mahayastra menerangkan, dirinya turut mengawal langsung proses pinjaman tersebut dari awal. Ketika itu dirinya masih menjabat sebagai wakil bupati. “Jadi, agar pengajuan pinjaman sukses kita harus mengawalnya langsung, jangan diserahkan begitu saja kepada staf,” tegasnya. (tm/eem)


Bagikan Artikel