Politik & Pemerintahan

Bupati Tantri Minta Disiplin Terapkan SOP saat Bromo Dibuka


PROBOLINGGO – Bupati Probolinggo Hj P Tantrian Sari telah menandatangani persetujuan Standar Operasional Prosedur (SOP) reaktivasi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di peringgitan, rumah dinas bupati Probolinggo. Dalam kesempatan itu, Bupati Tantri meminta agar semua elemen masyarakat ikut disiplin menerapkan SOP saat wisata Gunung Bromo kembali dibuka.

Penandatanganan tersebut dilakukan saat Bupati Tantri menerima tim dari TNBTS  terkait hasil rapat koordinasi (rakor) 4 (empat) wilayah. Tim TNBTS  dipimpin oleh Pelaksana Harian (Plh) Kepala Bidang PTN Wilayah 1 TN-BTS Sarmin. Sedangkan Bupati Tantri didampingi Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto dan Kepala Dinas Kominfo, Statistik dan Persandian Kabupaten Probolinggo Yulius Christian.

Plh Kabid PTN Wilayah 1 TN-BTS Sarmin mengatakan kegiatan ini merupakan tindaklanjut dari pertemuan-pertemuan sebelumnya terkait dengan reaktifasi kawasan wisata Bromo Tengger Semeru.  “Saat ini telah kami sampaikan hasil pertemuan pada tanggal 16 Juli 2020 di Hotel Lava View Cemoro Lawang kepada Bupati Probolinggo Hj. Puput Tantriana Sari  yang mengarah tentang penyusunan dan pembahasan SOP,” katanya.

Menurut Sarmin, ide penyusunan dan pembahasan SOP ini merupakan ide dari Bupati Tantri. “Dengan harapan satu SOP yang berlaku di empat pintu masuk pada empat wilayah wilayah kabupaten di kawasan Wisata Bromo Tengger Semeru,” tegasnya.

Sementara, Bupati Tantri mengapresiasi apa yang dilakukan TNBTS dan kabupaten yang lain di kawasan Bromo Tengger Semeru. Syaratnya adalah penekanan prinsip kehati-hatian terkait adanya reaktivasi pembukaan TNBTS. “Harapannya, SOP ini pada saat reaktivasi dapat diimplementasikan dengan baik. Bahwa satu SOP untuk empat pintu masuk yang ada di empat kabupaten,” ungkapnya.

Menurut Bupati Tantri, dibukanya kawasan wisata TNBTS ini harus mengikuti prosedur yang telah ditentukan. “Tentunya dilakukan dengan pengawasan yang ketat dan disiplin menerapkan protokol kesehatan di tengah-tengah pandemi Covid-19,” katanya.  (rul/iwy)


Bagikan Artikel