Politik & Pemerintahan

Disperindag Probolinggo Terima Rekom Buka Pasar Hewan

KRAKSAAN – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo mendapatkan rekomendasi untuk membuka pasar. Rekomendasi itu keluar dari hasil rapat koordinasi (rakor) bersama Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang digelar di Kantor Bupati Probolinggo di Kraksaan, Kamis (25/6).

Kepala Disperindag Dwijoko Nurjayadi mengatakan, ada beberapa poin yang menjadi perhatian dalam rakor tersebut, sehingga ada rekomendasi pembukaan pasar hewan. Di antaranya tentang munculnya pedagang hewan yang berjualan di pinggir-pinggir jalan.

“Mereka kan keahliannya memang berjualan sapi. Disuruh jualan yang lain kan belum tentu bisa. Makanya, banyak yang maksa tetap ke pasar. Sedangkan petugas kami di pasar kalah jumlah dengan para pedagang. Makanya ada pasar yang dipaksa buka, seperti di pasar hewan Besuk tadi pagi,” kata Dwijoko ketika ditemui di ruang kerjanya, siang kemarin.

Selain itu, rekomendasi untuk dibukanya pasar hewan tersebut juga tidak terlepas dari persiapan menghadapi momen Idul Adha nanti. Sebab, beberapa warga yang ingin menunaikan ibadah kurban sudah mulai mencari sapi.

“Terkait Idul Adha juga menjadi perhatian di rapat tadi, karena momen ini (Idul Adha, red) kan penjualan sapi pasti meningkat. Dan biasanya, warga itu jauh-jauh hari sudah membeli hewan kurbannya. Karena kalau waktunya mepet, biasanya harga akan naik,” jelasnya.

Namun, meski sudah mendapatkan rekomendasi untuk membuka kembali pasar hewan, Dwijoko menyebut pihaknya hingga kini masih belum membuka 8 pasar hewan yang ada di Kabupaten Probolinggo. Pihaknya masih menunggu keputusan dari Bupati Probolinggo untuk membuka secara resmi pasar-pasar hewan itu.

“Dari tim kuratif dan preventif memang sudah merekomendasikan untuk dibuka, tapi tetap menerapkan protokol kesehatan. Terkait resmi bukanya, kami menunggu disposisi dari Bupati. Insha Allah besok sudah ada keputusan. Kalau keputusannya dibuka, kan enak Sabtu sudah bisa berjualan lagi pedagangnya,” paparnya.

Di lapangan, Muhammad Iyon, salah seorang pedagang hewan dari Kotaanyar berharap pasar hewan bisa segera dibuka secara resmi. Itu agar para pedagang bisa berjualan dengan tenang.

“Semoga saja Sabtu (27/6) kami sudah bisa berjualan normal di Pasar Maron. Kalau belum dibuka secara resmi, kami sebetulnya khawatir juga kalau mau berjualan. Khawatir diusir,” harapnya. (ay/iwy)


Bagikan Artikel

Tinggalkan Balasan