Politik & Pemerintahan

Probolinggo Zona Kuning, Cek Poin Diperlonggar


PROBOLINGGO – Kabupaten Probolinggo ditetapkan berstatus zona kuning terkait penyebaran Covid-19 oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Timur, Minggu (21/6) lalu. Hal itu disambut dengan rencana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo untuk memperlonggar jadwal dan pengawasannya cek poin yang ada di perbatasan kabupaten.

Koordinator Pengamanan dan Gakum Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto mengatakan, akan ada pengurangan jadwal dan personel cek poin yang ada di 3 lokasi perbatasan terluar Kabupaten Probolinggo. “Dalam rapat evaluasi, kami berencana mengusulkan pengurangan jadwal dan personel cek poin pada awal Juli mendatang,” sebutnya, Selasa (23/6).

Namun, rencana tersebut tetap akan menunggu hasil evaluasi terkait dengan efisiensi dan efektifitasnya dalam membendung arus pergerakan warga keluar masuk ke wilayah Kabupaten Probolinggo. Namun secara pribadi, Ugas lebih condong pada pembentukan desa tangguh, pasar tangguh, industri tangguh, dan wisata tangguh. Karena hal itu dinilai akan lebih berdampak pada kesiapan Kabupaten Probolinggo dalam menghadapi new normal.

“Kalau semua lini bisa tangguh, maka harapan penerapan protokol kesehatan benar-benar dilaksanakan oleh masyarakat secara ketat dan disiplin. Sehingga, ketika memasuki new normal, kita akan siap,” tegasnya.

Turunnya status dari zona merah, lalu ke oranye, dan kini ke zona kuning penyebaran Covid-19 direspons positif juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo dr. Anang Bidi Yoelijanto. Menurutnya, hal itu merupakan salah satu indikator keberhasilan dalam hal pencegahan dan penanganan dalam upaya mengurangi risiko penularan Covid-19.

“Yang terpenting adalah upaya dalam menurunkan angka kesakitan atau meningkatkan angka kesembuhan Covid-19 di Kabupaten Probolinggo,” ungkapnya.

Meski demikian, pihaknya tetap terus mengevaluasi apa yang sudah dilakukan dalam upaya penurunan atau memutus mata rantai penularan Covid-19. Ketika wilayahnya masuk zona kuning, maka hal itu menunjukkan apa yang dilakukan mulai berhasil.

“Kami meminta dengan penetapan zona kuning ini hendaknya tetap mawas diri karena ini masih baru. Artinya, ini baru di awal karena ke depan semuanya masih bisa terjadi,” kata Anang.

Saat ini, masih ada 10 pasien positif. Anang mengatakan, jumlahnya sudah jauh berkurang bila melihat angka konfirmasi sebelumnya yang mencapai 127 kasus. Indikator untuk lepas dari zona merah itu, salah satunya yakni terkait dengan tingginya tingkat kesembuhan pasien dari jumlah kasus terkonfirmasi positif.

“Perubahan dari zona oranye ke kuning itu menunjukkan sudah mulai adanya skala penyembuhan yang masif. Selain itu, angka ODP (Orang Dalam Pemantauan) yang semakin menurun, sedangkan  angka PDP (Pasien Dalam Pengawasan) juga terus menurun. Tidak lupa, angka kematian yang tidak mengalami pertambahan dan semoga saja hal itu tidak terjadi lagi,” terangnya. (tm/eem)


Bagikan Artikel