Politik & Pemerintahan

Hasan Aminuddin Ajak Kepala Pasar Tegakkan Empat Pilar Kebangsaan


PROBOLINGGO – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI H. Hasan Aminuddin kembali menggelar kegiatan sosialisasi empat pilar kebangsaan di daerah pemilihan (dapil) II Jawa Timur (Probolinggo-Pasuruan). Kegiatan tersebut digelar di Pondok Pesantren HATI di Desa Rangkang, Kota Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jum’at (19/6).

Dalam kegiatan tersebut, Hasan mengajak serta tiga tokoh Probolinggo untuk menjadi narasumber. Yakni Dandim 0820 Probolinggo Letkol Inf. Imam Wibowo, Kapolres Probolinggo AKBP Ferdy Irawan, dan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Probolinggo H. Nur Hasan. Kegiatan ini dimoderatori oleh Pelaksana Tugas (Plts) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo Fathur Rosi.

Peserta kegiatan adalah 33 kepala pasar tradisional yang ada di wilayah Kabupaten Probolinggo. Selebihnya adalah jajaran pengurus Gerakan Pemuda Ansor dan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama setempat.

Dalam paparannya, Hasan Aminuddin mengatakan, empat pilar kebangsaan adalah inti dari kehidupan berbangsa dan bernegara yang harmonis dan toleran di tengah masyarakat Indonesia yang penuh dengan keberagaman. Empat pilar tersebut adalah Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.

H. Hasan Aminuddin menyampaikan materi sosialisasi empat pilar di Pondok Pesantren HATI di Desa Rangkang, Kota Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jum’at (19/6). (Abdur Rohim Mawardi/Koran Pantura)

“Jika tidak dilandasi dengan empat pilar tersebut, maka akan timbul banyak persoalan di negara tercinta ini,” tegas Ketua DPP Partai NasDem Bidang Agama dan Masyarakat Adat ini.

Oleh karenanya, setiap warga negara wajib meyakini empat pilar kebangsaan sebagai landasan dalam berperilaku dan berprinsip. Namun dalam perjalanannya, empat pilar kebangsaan kerapkali dihadang oleh aral.

“Kita harus bersatu padu memasyarakatkan empat pilar kebangsaan ini kepada warga kita, tetangga kita, dan keluarga kita sendiri. Ini demi masa depan bangsa,” tegas Hasan.

Mantan Bupati Probolinggo dua periode ini juga berbicara tentang pandemi covid-19 yang telah berlangsung lebih dari sekian bulan di Indonesia. Hasan menyatakan bahwa pandemi ini merupakan pelajaran berharga bagi semua kalangan bahwa kesehatan harus benar-benar diperhatikan.

“Setiap hari kita selalu melihat dan mendengar berita-berita tentang corona. Sebagian besar tidak menyenangkan. Pemerintah memberlakukan protokol yang ketat untuk mencegah penyebaran corona. Kita sebagai warga negara yang baik, harus mematuhi protokol tersebut,” tegas Ketua DPW Partai NasDem DKI Jakarta ini.

Hasan meminta para kepala pasar tradisional yang menjadi peserta sosialisasi untuk memperhatikan protokol kesehatan. Ia meminta regulasi yang diterapkan di pasar tradisional benar-benar bisa meminimalkan penyebaran corona.

“Pasar adalah tempat bertemunya masyarakat setiap hari, bahkan setiap saat. Pedagang dan pembeli bertransaksi di pasar. Kalau tidak diatur sedemikian rupa tentu akan sangat rentan,” terang suami dari Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari ini.

Oleh karenanya, Hasan meminta para kepala pasar benar-benar menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Hasan tidak ingin pasar tradisional di Kabupaten Probolinggo justru menjadi tempat penularan corona.

“Saya harap. Mari kita semua berdoa agar pandemi ini segera berlalu agar seluruh kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia bisa memasuki peradaban baru yang lebih sehat,” ungkap Hasan. (awi/eem)


Bagikan Artikel