Politik & Pemerintahan

Hasan Aminuddin: Petani dan Pedagang Tangguh Hadapi Covid-19


GENDING – Dampak penyebaran virus corona (Covid-19) di Indonesia menjadi perhatian serius dari Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Drs. H Hasan Aminuddin MSi. Menurutnya, karena pandemi Covid-19 ini, banyak sektor industri yang terpukul.  Namun Hasan menyebut golongan petani dan pedagang lebih tangguh, bisa survive di saat seperti ini.

“Di masa pandemi Covid-19 ini justru bisa dijadikan kesempatan bagi petani dan pedagang untuk bisa hadir dan memenuhi kebutuhan utama rakyat yakni kebutuhan pangan. Di mana, petani dan pedagang memegang peranan penting dalam rantai ekonominya,” ungkap Hasan Aminuddin saat menghadiri acara peresmian Kampung Tangguh Covid-19 di Desa Bulang, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, Jumat (12/6) lalu.

Mantan Bupati Probolinggo 2 periode itu mengatakan, rakyat Indonesia di masa yang sulit seperti saat ini lebih memprioritaskan kebutuhan pangan di atas kebutuhan penunjang lainnya. “Dalam benak rakyat saat ini, pikirannya hanya tentang bagaimana cara bisa makan setiap hari. Terlebih dengan dampak penyebaran Covid-19 ini banyak sektor usaha yang terpaksa ditutup, hingga batas waktu yang tidak jelas, plus dengan masifnya PHK di mana-mana,” jelasnya.

Dengan kondisi yang demikian tersebut, Hasan menyebut pemenuhan kebutuhan pokok seperti beras sudah barang tentu menjadi incaran rakyat. Karena itulah petani sebagai garda terdepan dalam ketahanan pangan nasional, haruslah berlomba untuk menanam padi karena jelas padi mereka dibutuhkan rakyat untuk makan.

“Disinilah perlu kehadiran pemerintah agar petani bersemangat menanam padi. Tentunya dengan ketersediaan pupuk dan obat murah serta jaminan gabah mereka diserap dan dibeli dengan harga yang layak melalui Bulog,” sebutnya.

Selain itu bagi pedagang kecil utamanya yang setiap harinya menyediakan sembilan bahan pokok (Sembako) di pasar. Dapat menjadikan pandemi Covid-19 ini, sebagai kesempatan untuk menyediakan pasokan pangan bagi warga.

“Meski daya beli masyarakat turun, namun seiring dengan turunnya berbagai macam jenis bansos, seharusnya para pedagang kecil itu. Turut menikmati hasil dari perputaran uang dari bansos tersebut,” kata politisi Partai NasDem itu.

Hasan menyatakan dirinya tidak suka apabila bantuan sosial (bansos) yang dibagikan kepada warga itu berisi produk hasil pabrikan. Karena menurutnya hakekat bansos itu agar dapat difasilitasi oleh para pengusaha UKM, bukannya justru dinikmati oleh pabrikan.

“Karena itu, saya menegaskan kepada seluruh kepala desa di kabupaten Probolinggo utamanya, agar memasukkan lebih banyak produk buatan UKM lokal atau berupa hasil bumi setempat, dan mengurangi produk jadi hasil dari pabrikan,” tegasnya.

Dengan cara tersebut, kata Hasan, maka harapan dari pemerintah pusat agar warga dapat bertahan di tengah pandemi Covid-19 ini dapat terwujud. Namun yang paling penting kata Hasan yakni tentang gotong royong dan saling membantu antar warga. Yang mampu bergotong royong membantu yang pra sejahtera, sehingga beban ekonomi keluarga pra sejahtera pun bisa sedikit dikurangi.

“Kegotong-royongan adalah sifat asli bangsa Indonesia. Di saat inilah kegotong-royongan itu pada puncaknya harus diterapkan demi keberlangsungan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang kita cintai ini,” katanya.

Berikutnya, Hasan mengingatkan soal perilaku hidup sehat dengan menerapkan protocol  kesehatan dalam setiap kegiatan sehari-hari di era yang disebut new normal ini. “Secara pribadi saya kurang setuju dengan istilah itu, karena terlalu kebarat-baratan. Kalau menurut saya sebaiknya diubah dengan istilah peradaban baru. Karena masyarakat saat ini nantinya akan sangat akrab dengan yang namanya masker, desinfektan, dan physical distancing sebagai penangkal Covid-19,” katanya. (tm/iwy)

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Bagikan Artikel