Politik & Pemerintahan

Rapid Test ASN Probolinggo, 23 Orang Reaktif


KRAKSAAN – Satgas Covid-19 Kabupaten Probolinggo telah menggelar rapid test masal pada para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan karyawan di lingkungan Pemkab Probolinggo. Rapid tes dilakukan bergiliran sejak Rabu (3/6) hingga Senin (3-8/6). Hasilnya, dari sekitar 618 pegawai yang telah dilakukan rapid test, ada 23 orang yang dinyatakan reaktif.

Jubir Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto mengatakan, rapid test telah dilakukan bertahap selama 6 hari. Hasilnya, ada 23 pegawai yang reaktif.

Hasil ini langsung ditindaklanjuti. Para pegawai yang reaktif pada rapid test, diarahkan ke tahap pemeriksaan swab. Beberapa diantaranya sudah dilakukan swab, dan hasilnya negatif. Namun, masih ada beberapa pegawai lainnya yang masih menunggu antrean.

“Setelah melakukan pemeriksaan swab, 23 ASN yang reaktif beberapa diantaranya sudah keluar dan hasilnya negatif. Sebagian lagi masih belum, karena masih proses. Dan ini akan terus berlanjut secara perlahan, lebih luas lagi,” kata dokter Anang, Selasa (9/6).

Setelah melakukan rapid test masal pada ASN di lingkungan kantor Bupati Probolinggo, pihaknya menargetkan pada ASN yang lain. Tentunya, proses itu butuh waktu dan tahapan. “Kalau untuk lingkungan kantor bupati, sudah selesai. Alhamdulillah sampai detik ini tidak ada satupun yang positif,” tutur dokter Anang.

Sementara, berdasar data Satgas Covid-19 Kabupaten Probolinggo, jumlah kasus positif corona sampai Selasa (9/6) berjumlah 120, atau ada tambahan 3 kasus baru. Sedangkan pasien positif yang dinyatakan sudah sembuh juga bertambah tiga orang, atau menjadi 84 orang. Dengan demikian, jumlah pasien positif corona yang masih dalam perawatan ada 34 orang. Adapun 2 pasien positif telah meninggal dunia.

Berikutna, untuk pasien dalam pengawasan (PDP) totalnya ada 64 orang. Tujuh di antaranya masih diawasi, 38 selesai diawasi, dan 19 lainnya meninggal dunia. Lalu untuk status orang dalam pemantauan (ODP) ada total 478 kasus. Dari jumlah itu, 65 orang sedang dipantau, 407 selesai dipantau, dan 6 orang meninggal dunia. (yek/iwy)


Bagikan Artikel