Politik & Pemerintahan

Bupati Tantri: Boleh Shalat Ied dengan Syarat


PROBOLINGGO – Umat Muslim segera menghadapi Idul Fitri 1441 Hijriyah. Namun, pandemi Covid-19 belum berakhir. Lantas apakah umat Islam di Kabupaten Probolinggo bisa menjalankan shalat ied berjamaah di masjid? Bupati Bupati Probolinggo Hj  P. Tantriana Sari memutuskan bahwa shalat Ied dapat dilaksanakan, tetapi dengan syarat.

Kepada wartawan, Bupati Tantri mengatakan bahwa shalat ied bisa dilakukan di tengah pandemi Covid-19. Namun, keputusan tersebut diambil dengan disertai sejumlah catatan atau syarat.

Syarat utamanya ialah masjid yang boleh menggelar shalat ied berjamaah itu yakni apabila berada di daerah atau dusun di sekitarnya tidak termasuk dalam zona merah penyebaran Covid-19. Zona merah ditandai dengan adanya pasien positif maupun PDP (Pasien Dalam Pengawasan).

Jadi, di luar zona merah, sholat Ied dapat dilakukan dengan catatan, tetap menerapkan protokol kesehatan. Baik itu dalam proses kedatangan masyarakat ke masjid, termasuk pada penataan shaf shalat.

“Shalat ied boleh dilakukan di masjid yang dusunnya tidak ada pasien positif, juga berlaku yang tidak ada kasus PDP.  Protokol kesehatan di sini termasuk penataan shaf shalat, kami merencanakan model zig-zag,” kata Bupati Tantri, Senin (18/5) lalu.

Dijelaskan bahwa untuk menghindari potensi terjadinya penularan Covid-19 secara massif, pemkab melalui MUI telah menginstruksikan agar kegiatan jabat tangan usai shalat ied  ditiadakan dulu.

“Kami juga menganjurkan takmir masjid untuk meniadakan salaman usai shalat ied. Khutbah shalat ied juga telah kami siapkan, agar tidak terlalu panjang dan kami titip sosialisasi Covid-19 ini,” jelas Bupati.

Kepada para wartawan Senin itu, Bupati Tantri sempat juga menyinggung masalah dampak ekonomi dari wabah corona ini. Bupati meminta masyarakat untuk tidak menyamakan standar pendapatan ekonominya dengan sebelum terjadi pandemi Covid-19. “Masyarakat kami minta jangan samakan standar pendapatan seperti sebelum terjadi pandemi corona. Jika sebelumnya pendapatannya sejuta dan saat ini hanya Rp 500 ribu, bagaimana caranya itu cukup? Sekarang, bisa survive (bertahan-Red) saja sudah bagus,” kata Bupati Tantri. (tm/iwy)


Bagikan Artikel