Politik & Pemerintahan

Hasan Aminuddin Minta Pelajar Patuhi Protokol Pemerintah


PROBOLINGGO – Pandemi Covid-19 yang melanda wilayah Kabupaten Probolinggo mendapat perhatian dari Wakil Ketua Komisi IV DPR RI H. Hasan Aminuddin. Menurutnya, pandemi ini bisa diakhiri dengan kesadaran segenap warga. Tentunya dengan upaya-upaya yang dianjurkan oleh pemerintah.

Hasan mengatakan, Covid-19 bukanlah pandemi pertama yang pernah terjadi di Indonesia. Bahkan di dunia. “Dulu pernah ada pandemi HIV/Aids, cacar, malaria. Juga pernah ada flu babi. Semuanya bisa berlalu. Lalu datang Corona. Jadi, Corona ini bukan yang pertama,” ujarnya ketika menyalurkan bantuan bahan pokok kepada para pengurus PC IPNU Kota Kraksaan, Senin (11/5).

Ia menyatakan masyarakat dunia, termasuk Indonesia bisa melewati fase kritis pandemi Covid-19. Namun dengan catatan, masyarakat mematuhi segala arahan dan imbauan pemerintah. Hal itu merupakan bagian dari upaya untuk mempercepat penanganan Covid-19.

“Misalnya memakai masker. Ini salah satu upaya. Tidak berjabatan tangan, rajin mencuci tangan, dan lain sebagainya. Ini semua dilakukan agar kita bisa terbebas dari virus ini,” tegasnya.

Oleh karenanya, Hasan meminta para pelajar yang tergabung dalam IPNU maupun organisasi lainnya untuk benar-benar mematuhi aturan pemerintah. “Ajak teman-teman kalian untuk protokol penanganan Corona. Organisasi pelajar harus ada di depan untuk ikut mensosialisasikan kebijakan pemerintah ini,” tegasnya.

Di sisi lain, Hasan juga meminta kebijakan belajar di rumah agar dipatuhi oleh pelajar. Ia mengakui pengawasan terhadap para pelajar akan melemah setelah mereka tidak lagi belajar di sekolah. Ada tiga faktor yang bisa mendorong agar materi pelajaran tetap bisa diikuti oleh pelajar.

Pertama, orang tua dari pelajar harus bisa memanfaatkan waktu selama di rumah untuk menemani anaknya belajar. Kedua, guru harus aktif berkomunikasi dengan orang tua dan pelajar agar mata pelajaran yang diampu bisa diselesaikan dan bisa dicerna oleh pelajar.

“Ketiga, kesadaran pelajar itu sendiri. Manakala orang tua sudah mendampingi tapi anaknya tidak mau belajar, ini salah. Orang tua perannya sangat besar dalam situasi seperti ini. Pendidikan anak jangan sampai dikorbankan,” tegas Hasan. (eem)


Bagikan Artikel