Politik & Pemerintahan

Pastikan Pilkades Serentak Ditunda


KRAKSAAN – Pandemi Covid-19 di Kabupaten Probolinggo akhirnya berdampak pada agenda Pemilihan Kepada Desa (Pilkades) serentak tahun ini. Pilkades Serentak yang sedianya digelar di 62 desa di Kabupaten Probolinggo tahun ini dipastikan ditunda.  

Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Probolinggo Edy Suryanto. Menurutnya, berdasar Surat Edaran Menteri Dalam Negeri, pilkades serentak dan pemilihan kepada desa antar waktu turut ditunda. Penundaan itu  dilakukan hingga batas waktu yang belum bisa ditentukan.

Ini sejalan dengan instruksi Bupati Probolinggo Hj P. Tantriana Sari tentang percepatan penyesuaian APBD tahun anggaran 2020 dalam rangka penanganan Covid-19. Jadi, pilkades yang direncanakan akan digelar pada 62 desa tersebut ditunda sementara. “Sesuai surat edaran dan intruksi bupati, pilkades ditunda,” ujar Edy.

Ia menuturkan, anggaran untuk pelaksana pilkades sebesar Rp 4 miliar itu rencana ditiadakan. Pemerintah akan mengalihkan anggaran tersebut pada penanganan dan pencegahan Covid-19. “Anggaran itu dialihkan pada pencegahan virus corona,” ujar Edy.

Sesuai instruksi dan surat edaran itu, lanjut Edy, secara otomatis masa aktif jabatan kades dan Pj Kades ikut menyesuaikan hingga pilkades dilaksanakan. “Belum tahu anggarannya. Itu akan dibahas nanti. Semoga saja penyakit ini segera pergi,” imbuhnya.

Edy menambahkan, dengan adanya surat edaran penundaan pilkades tersebut, pemerintah desa segera menyosialisasikannya. Termasuk dengan menyiapkan langkah-langkah untuk menyesuaikan anggaran yang dimaksud. “Segera disosialisasikan kepada masyarakat oleh masing-masing desa,” jelasnya. (yek/iwy)


Bagikan Artikel