Politik & Pemerintahan

NasDem Kabupaten Probolinggo Tolak Reses


KRAKSAAN – Dalam waktu dekat, DPRD Kabupaten Probolinggo akan menyelenggarakan rapat banmus (badan permusyawaratan). Agendanya adalah merumuskan penjadwalan kegiatan DPRD masa sidang ketiga. Termasuk reses. Namun sebelum rapat digelar, Fraksi Partai NasDem langsung menyatakan menolak reses.

Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD setempat Sugito mengatakan, pihaknya telah menggelar rapat fraksi sebagai persiapan menghadapi rapat banmus. Dalam rapat tersebut, 16 anggota Fraksi NasDem menyatakan menolak jika dalam banmus, ada usulan untuk menggelar reses masa sidang ketiga.

“Sesuai rapat fraksi, nanti apabila ada penjadwalan reses di dalam banmus, kami akan menolak reses dilaksanakan. Karena sekarang ini banyak kegiatan yang berkaitan dengan Covid-19 yang mesti lebih dulu diperhatikan. Keputusan fraksi ini diambil setelah melalui berbagai pertimbangan,” terang Sugito, Rabu (29/4).

Pertimbangan paling krusial adalah seputar anggaran. Sugito mengungkapkan, anggaran DPRD dalam setahun yan besarnya mencapai Rp 46 miliar, sekitar separo di antaranya sudah digunakan untuk percepatan penanganan Covid-19. Setelah anggaran dirinci, ada beberapa kegiatan yang dikepras. “Misalnya kunker, perjalanan dinas dan lain-lain,” ungkap politisi asal Kecamatan Tegalsiwalan ini.

Namun, dalam rincian anggaran tersebut, reses ternyata masih dianggarkan. Menurutnya, reses masa sidang ketiga akan digelar sepanjang Mei, Juni, Juli, Agustus.  “Jadi, anggaran DPRD sudah banyak dikuras untuk Covid-19 ini. Sudah semestinya jika DPRD tidak menggelar reses,” tegasnya.

Reses sendiri digelar dengan syarat setiap orang dari 50 anggota DPRD setempat harus menghadirkan 900 orang dalam kegiatan. Sehingga cukup banyak orang yang mesti dihadirkan. Padahal saat ini pemerintah memberlakukan physical distancing.

“Reses ini digelar selama enam hari selama masa sidang ketiga berlangsung. Jadi mau digelar seperti apa resesnya tergantung setiap anggota caranya bagaimana. Misalnya sekali pertemuan menghadirkan 150 orang ya boleh, 100 orang juga boleh. Yang penting setelah masa reses berakhir, terkumpul 900 orang,” beber Sugito.

Meski bisa dilaksanakan di sekian titik, tetap saja kegiatan reses menghadirkan banyak orang. Hal itu juga mendasari Fraksi NasDem untuk menolak reses. “Aturan pemerintah sudah jelas, jangan menggelar kegiatan yang mendatangkan banyak orang. Reses ini mengundang banyak orang. Kan tidak mungkin digelar di tengah situasi seperti sekarang ini. Jadi, kami tegas menolak,” sergahnya. (eem)


Bagikan Artikel