Politik & Pemerintahan

Toko Waralaba Dibatasi Buka 6 Jam


PROBOLINGGO – Sebelumnya ada pembatasan jam operasional terhadap seluruh pasar, termasuk pasar hewan. Kini, Pemkab Probolinggo kembali melakukan aturan pembatasan jam operasional bagi seluruh toko swalayan dan waralaba yang ada di wilayahnya. Aturan tersebut berlaku efektif mulai 8 April  hingga 14 Juni mendatang.

Aturan tersebut bahkan telah dituangkan dalam surat edaran nomor 510/301/426.117/2020 yang ditanda tangani oleh Sekda Kabupaten Probolinggo Soeparwiyono, atas nama Bupati Probolinggo Hj. P Tantriana Sari tertanggal 8 April 2020 lalu.

Dalam surat edaran tersebut ditegaskan bahwa sebagai tindak lanjut penetapan status siaga darurat bencana wabah penyakit infeksi Covid-19 selama 90 hari terhitung sejak 16 Maret – 14 Juni 2020.

Pemkab Probolinggo terhitung mulai Rabu (8/4) lalu memberlakukan aturan pembatasan jam operasional bagi seluruh toko waralaba dan swalayan di seluruh wilayahnya tanpa terkecuali. Jam operasional yang dimaksud yakni maksimal 6 jam terhitung mulai pukul 09.00 pagi hingga 15.00 sore.

Sebagai solusi bagi para pelaku usaha toko swalayan dan waralaba yang dibatasi jam operasionalnya tersebut, Pemkab menganjurkan bahwa seluruh transaksi yang biasa dilakukan diganti dengan transaksi secara online. Jikalau telah melewati jam operasional pihak toko swalayan atau waralaba diwajibkan menutup sebagian akses pintu utamanya untuk melayani orderan secara online.

Dikonfirmasi Sekda Kabupaten Probolinggo Soeparwiyono, membenarkan soal surat edarannya tersebut. Surat edaran tersebut bersifat mengikat kepada seluruh pelaku usaha toko swalayan dan waralaba yang ada di Kabupaten Probolinggo tanpa terkecuali. “Tidak ada pengecualian, semua toko itu harus mematuhi aturan pembatasan jam operasional tersebut. Hal itu menjadi penting demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di kabupaten Probolinggo,” sebutnya.

Bahkan berdasarkan pantauan Koran Pantura, Satpol PP Kabupaten Probolinggo pun langsung bertindak tegas dengan melakukan penutupan serentak terhadap seluruh toko swalayan dan waralaba yang ada di 24 kecamatan di Kabupaten Probolinggo.

Salah satunya seperti yang dilakukan oleh sejumlah anggota unit Satpol PP Kecamatan Dringu pada Senin (13/4) sore. Mereka langsung mendatangi sejumlah toko waralaba yang ada di wilayahnya dan langsung melakukan himbauan hingga mengawal proses penutupan toko yang melebihi jam operasional tersebut.

“Menindaklanjuti perintah atasan kami, maka penutupan toko ini kami lakukan secara persuasif agar tidak menimbulkan gesekan dengan pegawai maupun pemilik usaha. Semoga hal ini dapat dipahami oleh seluruh pihak,” kata Ketua Unit Satpol PP Kecamatan Dringu Sandi Yudha.

Sementara itu Salah seorang karyawan salah satu toko waralaba di Kecamatan Dringu yang terkena penertiban oleh unit Satpol PP Kecamatan Dringu. Mengaku bahwa mereka belum mengetahui soal edaran pembatasan jam operasional tersebut. “Kalau kami kan hanya pegawai mas, kalau dari pimpinan memang belum dapat instruksi atau informasi soal pembatasan jam operasional tersebut. Hanya memang ada larangan menyediakan tempat duduk agar pengunjung tidak berkerumun didepan toko seperti biasanya,” pungkasnya. (tm/ra)


Bagikan Artikel