Politik & Pemerintahan

Sejumlah Desa di Probolinggo Larang Penagih Utang Tarik Angsuran


PROBOLINGGO – Pandemi corona berdampak signifikan pada perekonomian masyarakat, terutama yang menjalankan usaha mikro. Banyak di antara mereka mengambil kredit di lembaga jasa keuangan.

Namun selama pandemi corona ini, pendapatan mereka anjlok dan tidak bisa membayar angsuran. Oleh karenanya, beberapa desa di Kabupaten Probolinggo memberlakukan kebijakan agar penagih utang dilarang menarik angsuran untuk sementara, sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Berdasar informasi yang dihimpun Koran Pantura, ada beberapa desa yang mengeluarkan kebijakan tersebut. Di antaranya ialah Desa Sentulan Kecamatan Banyuanyar, Desa Karangbong Kecamatan Pajarakan, Desa/Kecamatan Paiton, Desa Tambelang Kecamatan Krucil dan Desa Andungbiru Kecamatan Tiris.

“Kebijakan ini diterapkan oleh sejumlah desa, termasuk di desa kami per 7 April lalu. Memang setiap kebijakan memiliki konsekuensi, tapi dalam kondisi seperti ini, setiap orang seharusnya bisa memaklumi,” kata Kepala Desa Sentulan Fathur Rohman kepada Koran Pantura.

Kebijakan ini dituangkan dalam Surat Keterangan Pemerintah Desa masing-masing. Isinya yakni larangan bagi juru tagih untuk menarik angsuran kepada debitur yang merupakan warga di desa setempat. “Aturan itu berlaku bagi leasing, debt collector motor, penagih kredit perbankan, koperasi dan lembaga jasa keuangan lainnya,” ungkap Kepala Desa berusia 30 tahun itu.

Menurutnya, kebijakan itu dirasa perlu. Sebab, masyarakat di desanya adalah golongan menengah ke bawah. Warga mengakses permodalan itu diperuntukkan menjalankan usaha mikronya. Seperti berjualan es dawet, toko pracangan, bakso keliling dan usaha dagang lainnya.

“Sekarang ini kan imbauannya dilarang keluar rumah. Jadi usaha warga ini sedang kritis dari sisi finansial, enggak bisa jalan. Untuk makan sehari-hari aja susah, apalagi untuk bayar angsuran,” beber Kades Fathur.

Pasca menerbitkan kebijakan tersebut, dia memang menerima tamu dari golongan juru tagih lembaga jasa keuangan. Sebab, nasabah yang dimintai angsura langsung melimpahkan persoalan itu kepada kepala desa.

“Beberapa warga yang merasa masih mampu, mereka tetap membayar angsuran. Tapi bagi yang kurang mampu, biasanya langsung menyuruh penagih utang itu menemui saya,” tuturnya.

Saat didatangi penagih, Fathur pun memberi pengertian kepada para juru tagih tersebut. Dialog dilakukan untuk menyamakan pandangan tentang kritisnya ekonomi saat pandemi corona saat ini.

“Alhamdulillah, semua memahami. Toh, ini sifatnya sementara, sampai wabah corona ini berakhir dan ekonomi warga pulih kembali. Ya walaupun beberapa penagih meminta hari itu menagih untuk terakhir kalinya, karena sudah jauh-jauh datang. Ya dipersilahkan,” ungkapnya.

Pj Kades Tambelang Wage Sugiarto juga menerapkan kebijakan serupa per 9 April lalu. Ia beralasan, kebijakan melarang penarikan angsuran sementara itu untuk meringankan beban masyarakat kecil.

“Warga yang mengakses modal di sini (Tambelang, red) rata-rata bermatapencaharian sebagai petani dan buruh tani. Kita sama-sama tahu kalau ekonomi sekarang sedang sulit. Jadi dimohon pengertiannya,” papar Wage.

Dia pun meminta kepada masyarakat jika ditagih utang dan tidak mampu membayar, agar mengalihkan padanya. “Saya siap datang dan didatangi untuk memberi penjelasan tentang itu,” tegasnya.

Ia menyebut, sistem kredit yang diakses oleh masyarakat Tambelang bervariasi. Ada yang akses perseorangan, ada pula yang diakses per kelompok. “Untuk yang per kelompok itu pembayarannya tanggung renteng,” katanya.

Misalnya 1 kelompok terdiri dari 10 orang dengan masing-masing anggota meminjam Rp 5 juta, sehingga pinjaman untuk kelompok tersebut Rp 50 juta. Jika ada salah satu anggota yang belum bisa membayar, maka biasanya ditalangi dulu oleh ketua kelompoknya, dengan penyelesaian di internal kelompok tersebut.

“Sekarang ini kalau dipaksa untuk membayar angsuran, dan mayoritas anggota enggak bisa bayar, ya kasihan ketua kelompoknya. Jadi kebijakan ini sebenarnya untuk kebaikan bersama,” terang Wage. (awi/iwy)


Bagikan Artikel