Politik & Pemerintahan

Terdampak Corona, Pemkab Probolinggo Siapkan 10 Ribu Paket Sembako Selama 3 Bulan


SUKAPURA – Banyak sektor yang terpukul oleh pandemi corona (Covid-19). Salah satunya adalah pariwisata Gunung Bromo. Banyak pelaku wisata Gunung Bromo yang kini kehilangan sumber pendapatan setelah wisata Gunung Bromo ditutup karena wabah corona. Untuk itu kemarin (6/4) Bupati Probolinggo Hj P. Tantriana Sari menyalurkan bantuan kepada para warga yang terdampak wabah.  

Bupati Probolinggo Hj P. Tantriana Sari mengunjungi kawasan wisata Gunung Bromo, Senin (6/4). Kali ini kedatangannya bukan dalam rangka membincang kelanjutan pengembangan wisata Gunung Bromo. Bupati Tantri datang untuk menyalurkan Jaring Pengaman Sosial bagi seluruh warga masyarakat yang terdampak wabah Covid -19. Bantuan berupa paket sembako salah satunya diberikan kepada penyedia jasa wisata di kawasan Gunung Bromo.

Bupati Tantri secara simbolis memberikan paket sembako kepada pelaku wisata, pedagang kaki lima dan pelaku ekonomi lainnya yang terdampak virus corona. Tak hanya melakukan pembagian sembako, Bupati juga menyempatkan diri menyosialisasikan pencegahan penyebaran Covid-19.

Bupati Tantri mengatakan, sejak kemarin Pemkab Probolinggo menyalurkan Jaring Pengaman Sosial bagi warga yang terdampak virus corona, terutama para pelaku wisata, pedagang kaki lima yang biasanya berjualan di lembaga sekolah, pedagang pasar, buruh tani, nelayan dan lain-lain.

“Bantuan ini akan disiapkan sampai minimal tiga bulan ke depan, dengan jumlah mendekati 10 ribu orang. Namun demikian, Pemkab Probolinggo beserta jajaran masih terus melakukan koordinasi dengan camat dan kepala desa di seluruh Kabupaten Probolinggo, karena dikhawatirkan ada yang terlewat,” tegas Bupati Tantri.

Bupati pun meminta maaf kepada para pelaku wisata di kawasan Gunung Bromo atas penutupan destinasi wisata Gunung Bromo dan tempat wisata lain di Kabupaten Probolinggo. “Sektor wisata memang sangat terpengaruh dengan penutupan ini. Namun apakah sektor lain tidak berdampak? Jawabannya sama, kapan berakhir? Tergantung pada kita masing masing,” katanya.

Oleh karenanya, Bupati Tantri pun berharap agar arahan dari pemerintah harus dipatuhi, seperti halnya penggunaan masker, menjaga jarak, hingga tinggal di rumah saja. “Ubah gaya hidup, untuk terbebas dari hal seperti ini,” terangnya.

Sementara, Acis, salah satu penerima bantuan, mengatakan bahwa selama penutupan seperti ini ia dan para sopir jeep hanya bisa mengandalkan hasil pertanian. “Ya kembali ke tani lagi Bu, karena di wisata sudah tidak ada pemasukan sama sekali,”  terangnya.

Pemberian paket sembako ini tidak hanya dilakukan di kawasan wisata Gunung Bromo, tapi juga diberikan kepada sejumlah pedagang pasar tradisional di Desa Patalan Kecamatan Wonomerto. Bantuan itu diberikan secara simbolis di kantor kecamatan setempat. (rul/iwy)


Bagikan Artikel