Politik & Pemerintahan

Pemkab Probolinggo Siapkan Puluhan Lokasi Karantina bagi Pemudik


GENDING – Imbauan agar para perantau asal Kabupaten Probolinggo telah disampaikan oleh Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari. Namun Pemkab tetap menyiapkan langkah untuk mengantisipasi para perantau yang tetap pulang kampung. Khususnya yang berasal dari daerah episentrum Covid-19. Yakni dengan menyediakan puluhan lokasi karantina.

Telah ada 3 titik yang disiapkan sebagai lokasi karantina yang tersebar di dekat check point terluar di 3 perbatasan Kabupaten Probolinggo. yakni hotel Bromo Indah di Kecamatan Tongas, Hotel Andira di Kecamatan Leces, dan Hotel Cerah di Kecamatan Paiton. Berikutnya, akan ada sejumlah hotel dan gedung sekolah yang akan dijadikan lokasi karantina secara bertahap.

“Sementara Pemkab menyiapkan 3 hotel. Selanjutnya di tiap kecamatan kami minta masing-masing satgasnya untuk menyiapkan hotel atau gedung sekolah yang layak untuk dipersiapkan sebagai sarana karantina bagi para pemudik yang baru datang,” ungkap Bu Tantri, SE Minggu (5/4).

Menurutnya, penyiapan puluhan hotel dan gedung sekolah tersebut merupakan ikhtiar untuk menjaga Kabupaten Probolinggo tetap zero pasien positif Covid-19. “Masa karantina 14 hari ini merupakan masa yang penting dan wajib dilalui oleh para pemudik yang masuk dan datang ke kabupaten Probolinggo tanpa terkecuali. Tujuannya hanya satu. Yakni memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” tegasnya.

Ia mengatakan, selama masa karantina, para pemudik tak perlu khawatir. Sebab Pemkab Probolinggo menyediakan fasilitas makan 3 kali sehari dan juga fasilitas kesehatan. Yang terpenting lagi adalah proses pendampingan dan pengawasan yang diberikan oleh tenaga medis. Lebih-lebih jika ada pemudik yang diduga terpapar Covid-19. Selanjutnya, petugas akan memberikan penanganan medis secara tepat dan cepat.

“Tentunya kita tak menghendaki itu terjadi. Namun di situasi yang serba tidak pasti ini, kami upayakan untuk semaksimal mungkin membentengi warga Kabupaten Probolinggo dari penyebaran Cobid-19. Dan jika masa karantina usai, pemudik negatif gejala Covid-19 bisa dipulangkan dan berkumpul dengan keluarganya,” terang Bu Tantri. (tm/eem)


Bagikan Artikel