Politik & Pemerintahan

Bupati Tantri Periksa Penumpang di Perbatasan Probolinggo


PROBOLINGGO – Bupati Probolingo Hj P. Tantriana Sari kemarin (2/4) ikut langsung melakukan pemeriksaan suhu tubuh para pengendara yang melintas di perbatasan Probolinggo-Pasuruan di Jalan Raya Tongas. Dalam pemeriksaan menggunakan thermo gun itu ada 2 penumpang kendaraan pribadi yang kedapatan suhu tubuhnya di atas 37,5 derajat celcius.

Kedua penumpang dari arah Surabaya yang suhu tubuhnya di atas ambang normal itu kemudian diminta turun. Mereka diantar petugas ke posko kesehatan penanggulangan dan penyebaran virus corona untuk mendapat pemeriksaan dan obat gratis.

Selanjutnya, Bupati Tantri melanjutkan melakukan pengecekan suhu tubuh menggunakan thermo gun ke setiap pengendara dan penumpang kendaraan pribadi. Pemeriksaan ini tepatnya dilakukan di check point Covid-19 yang di Jalan Raya Tongas.

Menurut Bupati Tantri, pemeriksaan ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19. Pemeriksaan ini tidak hanya dilakukan di batas Kabupaten Probolinggo sisi barat di Tongas, tetapi juga di batas timur, yaitu Kecamatan Paiton, dan batas selatan di Kecamatan Leces. “Aksi ini kami lakukan di tiga pintu keluar-masuk perbatasan. Mengecek suhu tubuh dan kesehatan pengendara beserta penumpangnya,” katanya.

Bupati menjelaskan, sejak 2 April hingga sekarang, di wilayahnya belum ada warga yang terkonfirmasi terjangkit virus corona. Karenanya, kondisi zero Covid-19 berusaha terus dipertahankan. “Strategi kami adalah bertahan. Tujuannya, agar virus Covid-19 tidak menyebar di wilayah kami,” tandasnya.

Untuk kebutuhan check point Covid-19, Bupati menyatakan sudah memerintahkan Dinas Perhubungan, Dishub, Dinas Kesehatan (Dinkes) Satpol PP dan melibatkan jajaran TNI dan Polri guna mengamankan di tiga wilayah perbatasan tersebut. “Cek kesehatan dan edukasi terhadap siapa saja yang melintas di tiga perbatasan itu,” katanya.

Selanjutnya, Bupati Tantri mengajak masyarakat untuk tidak bepergian, jika benar-benar tidak penting dan mendesak. Bupati menyarankan masyarakat tetap tinggal dan melakukan aktifitas di rumah atau stay at home.

Selain itu, lanjut Bupati, check point Covid-19 dilakukan untuk mengantisipasi gelombang kedatangan warga dari wilayah episentrum Covid-19 yang hendak berkunjung ke sanak-familinya di Kabupaten Probolinggo.

Selain upaya tersebut, Bupati Tantri meminta dan berharap agar masyarakat tidak berkunjung ke wilayahnya. Bupati meminta maaf atas ketidaknyamanan tersebut. Menurutnya, apa yang dilakukan ini merupakan upaya preventif guna mencegah penularan dan penyebaran virus corona. “Ini upaya kami. Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini,” sambungnya.

Jika memang harus datang ke Kabupaten Probolinggo, Bupati telah menyediakan petugas yang akan mendampingi dan mengawal mereka untuk melakukan karantina mandiri di tempat yang dituju. Mereka juga harus mengikuti protokol kesehatan.

“Kami telah menyiapkan satgas kecamatan dan satgas desa untuk mengawal tamu atau pendatang yang ke wilayah kami. Terutama bagi mereka yang datang dari wilayah episentrum,” beber Bupati. 

Terhadap penumpang yang suhu tubuhnya di atas 37,5 derajat, langsung diminta turun dari kendaraannya. Selanjutnya, mereka diperiksa kesehatannya di posko kesehatan yang telah disediakan. Pemkab menyediakan tim kesehatan dari rumah sakit dan puskesmas untuk menengani pasien yang suhu tubuhnya tinggi dan memiliki keluhan lain. “Kami sudah menyedakan tim kesehatan yang akan memeriksa den member obat gratis,” tambahnya.

Sementara, usai dari check point Tongas, Bupati Tantri didampingi Komandan Kodim 0820 Probolinggo Letkol Inf. Imam Wibowo dan rombongan kemarin menyempatkan diri meninjau lokasi pos pemeriksaan keluar masuk warga ke kawasan perumahan umum Desa Tongas Wetan, Kecamatan Tongas. (gus/iwy)


Bagikan Artikel