Politik & Pemerintahan

Pemkab Probolinggo Siapkan Rp 2 Miliar Perangi Corona


PROBOLINGGO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menyiapkan Rp 2 miliar untuk mengatasi pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Anggaran tersebut terbagi menjadi 2 yang didistribusikan ke  2 rumah sakit yakni RSUD Waluyo Jati dan RSUD Tongas.

Hal tersebut diungkapkan Jubir Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Anang Budy Yoelijanto. Disebutnya, Bupati Probolinggo Hj. P Tantriana Sari sangat menaruh atensi dalam setiap perkembangan penanganan Covid-19.

Bahkan tak sedikit anggaran yang disediakan untuk mencegah penyebaran virus mematikan tersebut. “Bupati menginstruksikan kami menyiapkan anggaran sekitar Rp 2 miliar untuk dua rumah sakit,” ungkapnya, Kamis (26/3) kemarin.

“Targetnya dalam sepekan ini untuk RSUD Tongas sudah siap jadi rumah sakit rujukan penanganan pasien terpapar Covid-29,” imbuhnya.

Anang menjelaskan, bagi masyarakat yang merasa demam atau sakit, untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan (Faskes). Tujuannya, untuk mengetahui penyakit apa yang diderita. Terutama, bagi mereka yang pernah berinteraksi dengan warga yang positif terpapar Covid-19 ataupun yang baru saja melakukan perjalanan ke daerah epsisentrum Covid-19 seperti Surabaya dan Malang.

“Jika mengalami gejala yang mirip dengan ciri-ciri terjangkit Covid-19 seperti batuk terus menerus dan demam tinggi diatas 37 derajat Celcius, maka harus segera diperiksakan ke faskes terdekat,” jelasnya.

Untuk masalah biaya, kata dr.Anang, sepenuhnya gratis karena Pemkab Probolinggo sepenuhnya menanggung biaya pencegahan Covid-19. Sedangkan untuk pasien yang dinyatakan positif Covid-19, biaya perawatan sepenuhnya akan ditanggung oleh pemerintah pusat. “Kalau sebatas kegiatan pencegahan Pemkab yang menanggung, kalau perawatan pasien positif Covid-19 itu yang menanggung pemerintah pusat,” katanya.

Namun demikian yang paling utama sebut dr.Anang adalah seluruh warga masyarakat kompak dan sadar untuk tidak beraktivitas di luar rumah terlebih dahulu. Apabila tidak ada kepentingan mendesak sebaiknya tetap berada di rumah.

“Bagi yang pasien dalam pengawasan, alangkah baiknya untuk mengisolasi diri terlebih dahulu. Nantinya akan ada petugas yang secara intensif memantau kondisinya dari waktu ke waktu, baik ketika di rumah sakit maupun ketika berada di rumah,” sebutnya.

Pria yang akrab disapa Anang itu menambahkan, penanganan Covid-19 telah menjadi prioritas semenjak ditetapkannya status siaga darurat Covid-19.Terlebih penyebaran virus ini terus menghantui dan tak bisa diprediksi kapan dan dimana penyebarannya. “Semoga penyebaran virus ini dapat segera berhenti dan dikendalikan. Paling tidak agar tidak menyebar luas di kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (tm/awi)


Bagikan Artikel