Politik & Pemerintahan

Pemkab Probolinggo Sediakan Ratusan Wastafel Darurat


KRAKSAAN – Guna membatasi penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19), Pemkab Probolinggo melengkapi seluruh fasilitas pasar dan perkantoran dengan Wastafel (Tempat Cuci Tangan) darurat. Tercatat sebanyak 34 pasar tradisional dan 76 area perkantoran di lingkungan Pemkab Probolinggo telah menyediakan fasilitas tersebut.

Ketua Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo Anggit Hermanuadi mengungkapkan, pemasangan wastafel portabel tersebut merupakan instruksi langsung dari Bupati Probolinggo Hj. P Tantriana Sari yang menginginkan area pasar dan perkantoran dilengkapi dengan wastafel.

“Dengan adanya wastafel itu, warga dapat memanfaatkannya untuk cuci tangan. Dengan begitu, penyebaran langsung Covid-19 dapat diminimalisir dengan memberlakukan gaya hidup sehat tersebut,” ungkapnya, Rabu (25/3).

Disebutkannya, Pemkab Probolinggo utamanya Bupati Tantri sangat memprioritaskan keselamatan warganya, agar tak sampai ada yang terjangkit Covid-19. Oleh karena itu beragam upaya dilakukan.

Kebijakan itu mulai dari meliburkan sekolah, membuat aturan work from home bagi ASN, penyemprotan disinfektan di fasilitas umum, hingga menyediakan wastafel bagi warga. Seluruhnya dilakukan untuk meminimalisir dampak penyebaran Covid-19 yang dinyatakan sebagai pandemi dengan status siaga darurat Corona secara Nasional.

“Karena itu kami berharap dengan adanya fasilitas seperti wastafel itu, agar dijaga dan dirawat agar manfaatnya bisa dinikmati oleh banyak orang. Dan yang paling penting adalah menaati aturan agar tak keluar rumah apabila tidak ada kepentingan yang mendesak,” sebutnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi mengatakan, seluruh pasar di kabupaten Probolinggo telah dilengkapi dengan fasilitas wastafel darurat.

Hal ini sebagai upaya nyata dari Disperindag dalam mendukung upaya-upaya strategis dalam mencegah penyebaran Covid-19 di area pasar yang termasuk dalam kawasan berisiko tinggi. “Seluruh pasar sudah kami lengkapi dengan wastafel darurat. Semoga dengan pola hidup bersih dan sehat ini, penyebaran wabah Covid-19 ini dapat diminimalisir,” katanya.

Sementara itu, Kholifa, salah seorang pengunjung Kantor Bupati Probolinggo mengaku senang dengan pemberlakuan protokol kesehatan yang diberlakukan oleh Pemkab Probolinggo di tempat-tempat layanan umum.

“Kalau diawasi ketat seperti ini, kami warga tidak lagi was-was ketika datang ke tempat layanan umum. Memang agak sedikit risih diperiksa seperti itu, tapi demi keamanan dan kesehatan kami sebagai warga tidak keberatan,” pungkasnya. (tm/awi)


Bagikan Artikel