Politik & Pemerintahan

Siaga Darurat Virus Corona, ASN Pemkab Probolinggo Kerja dari Rumah


PROBOLINGGO – Bupati Probolinggo menetapkan status siaga darurat atas penyebaran pandemi virus corona atau Covid-19. Hal itu membuat ribuan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Probolinggo diinstruksikan untuk bekerja dari rumah selama 14 hari ke depan.

Hal tersebut tertuang dalam surat edaran Bupati Probolinggo nomor 800/0157/426/2020 tentang penyesuaian sistem kerja ASN dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan Pemkab Probolinggo. Surat edaran itu ditandatangani Bupati Hj. P. Tantriana Sari  tertanggal 17 Maret 2020.

Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Probolinggo Anggit Hermanuadi mengatakan, melalui surat edaran tersebut, Bupati menginstruksikan kepada seluruh kepala perangkat daerah (OPD) dapat menugaskan karyawannya untuk bekerja dari rumah (work from home) dengan mempertimbangkan sejumlah prioritas opsi yang telah ditetapkan.

“Bagi ASN yang sedang sakit dan suhu tubuhnya minimal 37,5 derajat celcius diperbolehkan untuk bekerja dari rumah. Apabila suhu tubuhnya sampai diatas 38 derajat Celcius maka ASN tersebut diwajibkan untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat dan dapat bekerja dari rumah dengan disertai surat tugas dari kepala OPD,” ungkap Anggit, Selasa (17/3).

Namun, ASN yang bekerja dari rumah pun tak bisa bebas keluar rumah. Sebab, ASN yang sedang menjalankan tugas kedinasan di rumah diharuskan tetap berada di rumah dan melaporkan hasil pelaksanaan tugasnya secara tertulis kepada atasan langsungnya.

“Dalam  kondisi tertentu, kepala OPD harus memastikan di kantor dinasnya harus terdapat minimal 2 level pejabat struktural tertinggi  di bawahnya untuk tetap masuk dan melaksanakan tugas di kantor masing-masing. Jadi kantor dinas tidak boleh kosong melompong,” lanjut Anggit yang juga menjabat Kepala BPBD Kabupaten Probolinggo.

Lalu menurutnya, apabila terdapat rapat penting yang harus dihadiri oleh ASN, maka ASN yang tengah bekerja dari rumah dapat mengikuti rapat tersebut dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi yang tersedia. “Rapatnya bisa pakai teleconference via smart phone atau pun lewat laptop berjaringan internet,” sebutnya.

Sementara itu Asisten Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo menyampaikan, dalam rangka mencegah penyebaran virus Covid-19 di lingkungan Pemkab Probolinggo, seluruh kegiatan tatap muka yang menghadirkan lebih dari 20 orang agar ditunda/dibatalkan. Ini sesuai dengan instruksi langsung dari Bupati.

“Apabila acara rapat itu sangat penting, maka dalam rapat itu harus memperhatikan jarak aman antara peserta rapat, yakni 2 meter. Plus untuk perjalanan dinas keluar kota harus diukur terlebih dahulu tingkat urgensinya. Kalau tidak penting, lebih baik tetap di rumah,” katanya.

Ditambahkannya untuk mendeteksi penyebaran virus Covid-19 maka, seluruh kantor instansi harus memberlakukan protokol kesehatan seperti menyediakan hand sanitizer dan thermo gun. “Protokol kesehatan itu sudah berlaku di kantor Bupati Probolinggo dan sejumlah kantor instansi lainnya. Harapannya, protokol kesehatan ini dapat diberlakukan mulai dari tingkat OPD, kecamatan, hingga desa,” katanya.

Namun demikian, Anggit menegaskan bahwa hal terpenting dalam pencegahan penyebaran virus Covid-19 ialah menerapkan perilaku hidup sehat. Selalu menerapkan pola hidup sehat dengan selalu mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer dan menjaga kondisi lingkungan sekitar agar tetap bersih dan terawat.

“Selalu jaga kondisi tubuh agar selalu fit dan bersih. Hindari tempat dengan kerumunan orang yang ramai, utamanya fasilitas umum yang beresiko tinggi, seperti bandara, terminal, dan stasiun,” katanya. (tm/iwy)


Bagikan Artikel