Politik & Pemerintahan

Stok Gula Tersisa 180 Ton, Ketahanan Konsumsi hanya 2 Pekan


DRINGU – Kelangkaan dan tingginya harga gula di sejumlah pasar tradisional kabupaten Probolinggo, membuat Wakil Bupati Probolinggo H.A Timbul Prihanjoko sidak ke PG Wonolangan di kecamatan Dringu, Senin (16/3). Hasilnya, ditemukan stok gula hanya tersisa 180 ton.

Jumlah tersebut diprediksi hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi gula warga kabupaten Probolinggo maksimal untuk 2 pekan mendatang. “Stok gula yang tersedia ini tentunya sangat mengkhawatirkan. Harus ada tindakan atau langkah-langkah strategis guna menambah stok gula di gudang ini. Dengan begitu harga gula di pasaran dapat ditekan kembali ke harga normal,” ujar Wabup Timbul.

Menurutnya, harga gula di pasaran yang mencapai Rp 17 ribu per kilogram, sudah sangat keterlaluan dan memberatkan utamanya bagi warga pra sejahtera. Oleh karena itu, dia menginstruksikan kepada Kepala Disperindag Kabupaten Probolinggo untuk terus melakukan operasi pasar. “Tujuannya tak lain untuk meringankan beban warga pra sejahtera, di tengah kenaikan sejumlah bahan pokok lainnya,” katanya.

Ditambahkannya, stok gula yang tersisa hanya 180 ton tersebut harus segera dicarikan stok gula tambahan dari PG lainnya. Pasalnya, Mei mendatang sudah memasuki masa lebaran. Dimana pada masa itu dapat dipastikan konsumsi gula akan mencapai puncaknya. “Kami berharap kondisi ini tidak terus terjadi dan berlarut-larut. Apalagi jelang bulan puasa dan lebaran. Pokok harga gula harus normal kembali entah bagaimana caranya,” tegasnya.

Sementara itu, General Manager (GM) PG Wonolangan Subagyo menuturkan, stok gula yang hanya 180 ton tersebut akan segera bertambah seiring dimulainya musim giling pada pertengahan bulan April mendatang. “Saat musim giling kita bisa produksi hingga sekitar 20 ribu ton. Tapi jika melihat trennya tahun ini kami optimis hanya akan mampu memproduksi sebanyak 16 ribu ton gula,” tuturnya.

Apabila stok gula yang tersisa ini habis, kata Subagyo, maka pihaknya akan mengajukan permintaan suplai gula dari PG rekanan yang ada di wilayah tapal kuda. “Jangan khawatir, stok gula di gudang tidak akan kami biarkan kosong. Seiring dengan dimulainya musim giling nanti, gula di gudang akan terisi dan harga gula juga akan perlahan turun pula,” tandasnya. (tm/awi)


Bagikan Artikel